MataKita.co, Makassar – Sebanyak 163 mahasiswa mengikuti Diklat Ekonomi Islam (DEI) Angkatan XVI yang diselenggarakan Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) FoSEI Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin (FEB Unhas), pada 31 Oktober–1 November 2026.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini digelar di Gedung Pegadaian Lantai 3 FEB Unhas dan Gedung IPTEKS Unhas. Diklat tersebut menjadi bagian dari proses kaderisasi untuk memperkuat pemahaman ekonomi Islam sekaligus membentuk karakter, kepemimpinan, dan tanggung jawab organisasi mahasiswa.
DEI XVI diawali dengan kegiatan pradiklat secara daring pada 24–25 Oktober 2026. Dari sekitar 215 pendaftar, sebanyak 163 peserta mengikuti kegiatan utama setelah melalui tahapan seleksi.
Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FEB Unhas, Dr. Sabir, S.E., M.Si., CWM., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurut dia, pendidikan ekonomi Islam tidak hanya menekankan penguasaan teori, tetapi juga pembentukan karakter dan nilai etika dalam kehidupan.
“Diklat Ekonomi Islam bukan sekadar agenda rutin organisasi atau proses penerimaan dan pembinaan kader baru. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan ruang pemberdayaan yang strategis untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan memahami teori-teori ekonomi, tetapi juga memiliki landasan moral dan etika yang kuat,” ujar Sabir.
Sementara itu, perwakilan FoSEI Regional Sulsebarta, Muhammad Zulfan, mengajak peserta untuk percaya diri dalam mengembangkan kapasitas melalui organisasi. Ia menekankan bahwa reputasi KSEI FoSEI harus diikuti tanggung jawab setiap kader untuk memberikan kontribusi nyata bagi organisasi dan masyarakat.
Selama kegiatan, peserta memperoleh pembekalan melalui sejumlah materi. Rakhmat Nurul Prima Nugraha, S.E., M.Sc., membawakan materi Pengantar Ekonomi Islam yang membahas konsep dasar dan prinsip ekonomi berbasis nilai-nilai Islam.
Materi Ghazwul Fikr disampaikan Sri Wahyuni, S.E., M.E., dengan penekanan pada pentingnya kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi perkembangan pemikiran modern. Sementara itu, Dhini Fadhillah membawakan materi Ketauhidan dan Syumuliyatul Islam yang mengulas penerapan nilai-nilai Islam dalam berbagai aspek kehidupan.
Pada hari kedua, peserta mengikuti sosialisasi layanan keuangan syariah bersama Bank Syariah Indonesia (BSI). Kegiatan ini memperkenalkan produk dan layanan perbankan syariah, termasuk kesempatan pembukaan rekening bagi peserta.
Rangkaian diklat dilanjutkan dengan diskusi kelompok terarah atau focus group discussion (FGD). Melalui sesi tersebut, peserta didorong mengembangkan kemampuan berdiskusi, menyampaikan gagasan, berpikir kritis, dan bekerja sama dalam kelompok.
Kegiatan ditutup dengan pemberian apresiasi kepada peserta dan sesi foto bersama.
Melalui DEI XVI, KSEI FoSEI FEB Unhas berharap dapat melahirkan kader muda yang memiliki pemahaman ekonomi Islam, integritas, kepemimpinan, serta kepedulian sosial.
Selain memperkuat proses kaderisasi organisasi, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk berkontribusi dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat.








































