Home Literasi Namanya Rianti

Namanya Rianti

0

oleh : Adi Taqwa*

“Malam menembang sunyi pada irama kontemplasi,
Menapuk hati tuk wajah yang terus dilukisi,
Malam menderek waktu yang terus maju tanpa henti,
Menanti kabar tuk tidak lagi bermimpi,
Hingga pada sadar mendatangi, Fajar impian membisiki,.
“Hati bukan tuk melukisi, Hati menyimpan keberanian tuk menatapi wajah yang bukan sebatas ilusi”.

Hening malam mngantar sosok wanita yang tak kasat pada mata, Wanita yang berharap asa dicapainya tanpa alasan yang pasti.
.
Namanya rianti.

Ketika senyumnya merekah, wajah menampakkan lekukannya yang khas.
Gundukan daging pada tulang berpadu mantap saat melekuk.
Jarang senyumnya menyapa orang-orang, namun sering Hapenya ia sapa dengan senyuman.
Disitulah wajahnya merekah.
.
Namanya rianti.

Gadis desa yang mencari peruntungannya di kota. Umurnya 19 tahun memantapkan tekadnya untuk merantau.
Berbahagialah kau rianti, gadis desa dengan umur 19 tahun, kakimu sudah kau tapakkan dikota. Tentu dengan cita-cita yang kau impikan.

Adapun mereka dimasa silam (gadis) harus menerima kenyataan yang ada, seperti si gadis Jepara yang terpaksa mengubur cita-citanya hanya karena dia seorang gadis, utama baginya menapaki pelaminan dari pada tanah rantau tuk melanjutkan pendidikan. Pada masa itu seorang perempuan ketika beranjak dewasa haruslah dipingit untuk kemudian dinikahkan dengan calon suaminya kelak. Begitulah si gadis Jepara setelah selesai melaksanakan studi nya di ELS (Europese Lagere School) 1890an. dirinya tidak diperkenankan lagi melanjutkan pendidikan. Umur 12 tahun yang ia sandang mengharuskannya tinggal dirumah karena sudah bisa dipingit. Tidak berhenti disitu, meski ia tidak bersekolah lagi, ia di rumah tetap belajar sendiri dan menulis. Terkadang tulisannya ia suratkan pada teman-temannya. Konon ada seratusan surat dalam setahun yang ia kirim. Tentu tentang sedih, senang ataupun ketertarikannya pada perempuan Eropa yang berperadaban maju kala itu. Inilah kemudian yang dikenal dengan tulisannya Habis gelap, terbitlah terang. Sosoknya dikenal sebelum dirinya hadir ditengah-tengah. Tulisannya melayang keplosok hati para pembacanya. Karena Kartini si gadis Jepara sadar akan kondisi sosial saat itu perempuan pribumi berada pada status sosial yang rendah.

Walau sekolah Kartini ada setelah pernikahannya, dia tetap Kartini gadis Jepara dengan asa yang putus.
.
Namanya rianti.

Bukan sebagai gadis Jepara yang berperadaban modern*. Tapi gadis bugis dengan citanya yang mulia jadi seorang hakim. Dimatanya hakim ia pandang sebagai pemutus ketidakadilan, tempat para warga berlindung dari kangkangan rezim. Spontan Rianti menjawab, Hakim adalah wakil Tuhan di bumi yang menetapkan bersalah atau benarnya perbuatan mereka. Semoga citamu menyambung asa yang telah putus bagi mereka yang disanding.
.
Namanya rianti. merasa gelih ketika namanya dipanggil.
.
Namanya (i) rianti. Dengan huruf ” i ” di depan.

*) Penulis adalah ketua Korkom IMM Unhas
**) Elaborasi Kumpulan puisi “mengejar kesempurnaan cahaya”

Facebook Comments