Home Politik Poros Baru Dalam Pemilihan Presiden

Poros Baru Dalam Pemilihan Presiden

152
0
Usman Lonta (kanan)

Oleh : Usman Lonta*

Tidak terasa Pemilihan presiden akan dilaksanakan lagi tahun depan, tahun 2019. jika pada tahun 2014 yang lalu hanya diikuti oleh dua pasangan calon, maka pada tahun 2019 sebaiknya ada poros baru. berkutat pada dua poros akan menggiring pemilih untuk memilih secara tidak ihlas, atau masyarakat akan terpaksa memilih, jika mereka tidak golput, Mengamati peta politik nasional, atau melihat konpigurasi kursi di DPR RI, sejatinya akan melahirkan paling sedikit tiga pasangan calon presiden, bahkan jika partai-partai membagi secara baik bisa sampai empat pasangan calon. Pertanyaan kritisnya adalah bersediakah para pimpinan Partai politik untuk “mengatur” lebih awal agar pemilihan presiden 2019 diikuti oleh lebih dari dua pasangan calon? pertanyaan kedua adalah masihkah ada poros baru dari dua poros yang menghiasi media massa selama ini?

untuk menjawab pertanyaan pertama, saya punya asumsi bahwa jika Pimpinan Partai memberi ruang lahirnya poros baru, maka masyarakat akan mempunyai banyak pilihan dan tidak terkesan “dipaksa” memilih. saya meyakini bahwa manusia dalam menjalani hidupnya tidak mempunyai pilihan yang konstan, pilihan mereka sangat dinamis, tidak statis, bahkan panatik. Memberikan pilihan alternatif berarti memberikan nuansa baru dalam memahami demokrasi, implikasinya adalah meningkatnya partisipasi pemilih, demokrasi semakin sehat, sekaligus akan mencairkan ketegangan kedua poros yang sangat terasa pada pilkada yang baru saja berlangsung.

Untuk pertanyaan kedua, saya meyakini bahwa poros ketiga akan lahir, apabila ada partai politik bisa membangun komunikasi sehingga memenuhi syarat untuk mengusung satu pasangan calon, yakni 20% kursi DPR RI, yang jika dikonversi sama dengan 113 Kursi, tanpa mempertimbangkan hasil survey yang banyak di ekspose oleh beberapa lembaga survey. Jika ini terjadi maka saya sangat optimis bahwa poros ketiga atau poros keempat, jika ada, akan digemari oleh banyak pemilih, bahkan berpotensi menjadi pemenang.

wallahu ‘a’lam bishshawab

Sungguminasa, 10 Juli 2019

*)Penulis adalah anggota DPRD Sulsel

Facebook Comments