Home Mimbar Ide Tentang Macet Makassar

Tentang Macet Makassar

73
0
SHARE
Nurmal Idrus

Oleh : Nurmal Idrus*

Sabtu (22/12), kemarin, saya mendapat undangan pertemuan silaturahmi Capres di Rinra Hotel. Tapi, bukan pertemuannya yang menarik, namun pernyataan Wapres Jusuf Kalla yang mengeluhkan macet Makassar. “Makassar macet sekali. Tapi, kemacetan juga tanda kemajuan,” katanya.

Menariknya, Kalla memgakui kemacetan itu bagian dari sumbangsihnya. “Mungkin juga karena saya terlalu banyak menjual mobil,” kata pemilik Kalla Toyota ini yang disambut tawa hadirin.

Hari ini, untuk kesekian kalinya, Makassar dikepung macet. Aplikasi Google Map yang sering saya andalkan menyiasati kemacetan, hari ini semaput tak berdaya. Kalla menenggarai, infrastruktur jalan kota yang tertinggal bukan salah satu penyebabnya. “Makassar menjadi pusat destinasi. Maka, warga daerah menyerbu kota karena terkonsentrasinya pertumbuhan di Makassar,” ujarnya.

Harus diakui kota ini tak siap dengan cepatnya pertumbuhan. Kram investasi yang dibuka lebar Pemkot Makassar, sehingga membuat mengalirnya dana segar ke Makassar, menggenjot daya beli warga sehingga berlaku konsumtif. Kendaraan lebih gampang terbeli, dan laris bak kacang goreng.

Harus ada solusi jangka pendek untuk ini agar di sepanjang ruas Makassar umpatan bernada pedas kepada sang penentu kebijakan tak terdengar lagi.

*) Penulis adalah Direktur Nurani Strategic

Facebook Comments
Baca Juga  Kartu PAMMASE Dapat Jempol dari Mantan Ketua HMI Wajo