Home Lensa Dihadiri Wakapolda Sulsel, Pengajian Akbar LDII Ajak Umat Tertib Sosial

Dihadiri Wakapolda Sulsel, Pengajian Akbar LDII Ajak Umat Tertib Sosial

0
Suasana pengajian Akbar LDII di Masjid Roudhotul Jannah, Jalan Berua Raya, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (10/2/2019). Dalam pengajian bulanan tersebut, hadir Wakapolda Sulawesi Selatan Brigjen Pol Drs Adnas MSi yang menyampaikan ceramah kamtibmas.

MataKita.co, Makassar – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sulawesi Selatan Drs Hidayat Nahwi Rasul MSi mengemukakan, saat ini terjadi kondisi ketidaknormalan di tengah masyarakat. “Sekarang ini terjadi anomali, baik di dalam maupun luar negeri. Apalagi dengan adanya media sosial. Sebab itu, LDII kembali mengharapkan kepada warganya agar tidak terlalu mempercayai informasi yang beredar di media sosial, sebab informasi yang didapatkan tidak mendalam,” tutur Hidayat saat diwawancarai disela pengajian akbar LDII di Masjid Roudhotul Jannah, Jalan Berua Raya, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (10/2/2019).

Hadir dalam pengajian akbar tersebut, Wakapolda Sulawesi Selatan Brigjen Pol Drs Adnas MSi yang menyampaikan ceramah kamtibmas. Hidayat didampingi Sekretaris LDII Sulawesi Selatan Ishak Andi Ballado SE. Turut hadir Wakil Ketua Dr Ir Abri MP, Dr Sukardi Weda, Dr Sanusi Fattah, dan Ir La Hatta MPd. Tampak hadir Kapolsek Biringkanaya, Danramil, pejabat Kantor Kementerian Agama Kota Makassar, tokoh masyarakat, dan tokoh agama.

Hidayat berharap warga LDII bisa berperan serta mewujudkan ketertiban sosial. Dengan aktif mengkaji Alquran dan Hadis di tingkat PAC dan PC, diharapkan warga LDII selalu mendapat informasi yang baik. “Sehingga warga LDII menjadi orang baik, menyebar kebaikan, dan beramar maruf agar masyarakat kita semakin baik,” jelas pakar telematika ini.

Gunakan handphone untuk keperluan yang positif. Jangan sembarangan menggunakan handpone. Tetapi betul-betul gunakan handphone untuk fungsinya yang benar. “Warga LDII supaya jauh dari hoaks. Kalau kita membuat berita bohong, betapa banyak dosa digital kita. Ada 160 juta potensi hoaks,” papar Hidayat.

Di momentum pengajian, LDII mengingatkan warganya agar tidak terlibat hoaks. “Hoaks justru membelokkan informasi dari pengertian sebenarnya. Kita harapkan warga LDII jauh dari hoaks. Kalau kita tidak bisa menghindar dari hoaks, maka berita bohong semakin banyak beredar di media sosial,” ungkap Hidayat.

Perihal tujuan kedatangan Wakapolda Sulawesi Selatan di pengajian akbar LDII, ungkap Hidayat, agar warga LDII bisa menyosialisasikan ketertiban sosial. “Kedatangan wakapolda adalah kerindungan beliau pada LDII. Kami telah diundang makan siang oleh beliau. Wakapolda ingin bertemu dengan teman-teman LDII,” papar mantan komisioner KPID Sulawesi Selatan ini.

Warga LDII diharapkan ikut menegaskan ketertiban sosial, sehingga LDII ikut menyosialisasikan tertib sosial. “Semoga sistem sosial kita makin baik dan produktif. Kami pengurus LDII se-Sulsel ucapkan terima kasih kepada wakapolda yang telah hadir,” ungkap Hidayat.

Adapun Wakapolda Sulawesi Selatan Brigjen Pol Drs Adnas MSi dalam ceramahnya menyampaikan, kehadirannya di pengajian akbar LDII semata-mata bersilaturahim. “Kehadiran saya disini tidaklah ada kepentingan apa-apa. Saya berdiri disini rasanya pulang kampung. Rezeki dan pangkat yang saya dapatkan dapatkan adalah buah dari silaturahim,” ucap jenderal bintang satu ini.

Ia mengingatkan agar menjauhi sifat sombong. ““Mari kita refleksikan Alqruan dan Hadis dalam kehidupan sehari hari. Jagalah kehidupan sosial kita. Refleksikan apa yang kita lakukan di dunia ini semata-mata karena Allah. Apapun profesi kita, mari jauhkan dari kesombongan,” ungkapnya.

Di masa ini, katanya, perlu yang namanya keteladanan. Butuh kepedulian terhadap kondisi lingkungan. “Masalah konflik sosial, kejahatan, kriminalitas, narkoba, dan kecelakaan lalu lintas itu berawal dari keluarga. Sebab itu, seorang bapak supaya menjadi imam yang baik. Istri dan anak supaya menjadi makmum yang baik. Berikan tauladan dan berbahasa yang lembut,” paparnya.

Ia menyampaikan, bila memang tidak tahu suatu perkara, maka tidak perlu berkomentar “Apalagi di media sosial. Banyak yang tidak tahu merasa tahu. Kalau tidak tahu, jangan bicara,” katanya.

Facebook Comments