Home Lensa Wujudkan Gorontalo Kota Bebas Sampah, Ini yang Dilakukan Kadis Lingkungan Hidup

Wujudkan Gorontalo Kota Bebas Sampah, Ini yang Dilakukan Kadis Lingkungan Hidup

79
0
SHARE
Junaidi Kiayi Demak

MataKita.co, Gorontalo – Mewujudkan Gorontalo sebagai Kota bebas sampah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (BLH) Kota Gorontalo terus berupaya dalam pengelolaan sampah sebagai ekonomi kreatif

Setiap tanggal 21 Februari Indonesia selalu merayakan Hari Peduli Sampah Nasional, hal tersebut menjadi upaya Kadis BLH dalam mengupayakan pengurangan Sampah di tiap lingkungan yang menjadi pemantik pencemaran lingkungan.

Saat di temui diruang kerjanya, Junaidi Kiayi Demak selaku Kadis BLH mengatakan, akan selalu memacu team kerjanya agar Gorontalo menjadi Kota Bebas Sampah.

upaya yang terus dilakukan oleh Dinas Lingkungan hidup, dalam hal ini penguraian sampah, terdapat di tiap tahunnyaVolume sampah semakin mengecil, yang mulai 140 ton perhari sekarang sudah mencapai batas idealnya kurang lebih 60-70 Ton perhari.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup mengatakan penguraian Volume sampah sangat membutuhkan peran serta masyarakat khususnya stakeholder yang ada di kota Gorontalo baik itu lurah, camat, dan para komunitas.

” permasalahan sampah yang ada di kota Gorontalo itu tidak hanya di maksimalkan atau dilaksanakan oleh petugas yang ada kurang lebih 400 orang, tetapi untuk kegiatan 2019, Dinas Lingkungan Hidup sudah punya zona untuk di tiap kecamatan dalam mewujudkan Kota Bebas Sampah tersebut” ujar Kadis BLH.

Kadis BLH menambahkan, zona yang ada di setiap kecamatan, setiap tempat yang terdapat lebih banyak tumpukan sampahnya, nantin akan diprioritaskan oleh Dinas BLH untuk di bersihkan agar terwujudnya Kota bebas sampah tersebut.

Selain pengelolaan sampah sebagai ekonomi kreatif yang dibuat di kota Gorontalo juga ada namanya bank sampah, yang dikenal dengan bank sampah induk. Serta untuk bank sampah unit, BLH siapkan 50 unit di masing-masing kelurahan, yang nantinya akan di kelola serta di serahkan kepada masing-masing lurah, Jelasnya.

Baca Juga  Pusat Kajian Kejaksaan Fakultas Hukum Unhas Gelar Dialog Tentang Tantangan Profesi Kejaksaan

“kami sudah berikan pengangkut dan BBM-nya yang akan terus di upayakan dan di akomodir dalam pengupahan, sehinghanya kami berharap, setiap kelompok dapat mengumpul sampah anorganik sebanyak-banyaknya di masing-masing kelurahan, yang nantinya kita beli sesuai dengan klasifikasi sampah yang ada untuk pengelolaan ekonomi kreatif.” Tutupnya.

Facebook Comments