Home Mimbar Ide Lembang Kenangan Bersama Mas Toni

Lembang Kenangan Bersama Mas Toni

128
0

Oleh : Haidir Fitra Siagian*

Tak lama setelah kembali bersama Abang Dahlan Sulaeman dari Ternate menunaikan misi kemanusiaan 19 tahun lalu, saya bersama teman-teman pengurus IRM Sulsel mendapat kehormatan menghadiri pelatihan kader paripurna. Bertempat di kawasan Lembang Jawa Barat, selama hampir satu minggu mengikuti Taruna Melati Utama IRM se-Indonesia. Diantara teman dari Sulsel yang ikut adalah Sanusi Ramadhan, Asrijal Bintang, Chaidir Syam, Indaria Suddin dan Usman Jabbar Mappisona.

Sedangkan diiantara instruktur yang bertugas saat itu yang membina kami, ingin saya sebut beberapa orang yang masih saya ingat, adalah Mas Taufiq, Mas Himan, Mas Anjar, Mas Ayib, dan adinda Nawar. Merekalah yang tidak henti-henti nya menawarkan kami agar menjadi kader Muhammadiyah sejati. Para instruktur tersebut di atas, sebagian besar berkiprah dalam Persyarikatan Muhammadiyah. Beberapa diantaranya akan menjadi pimpinan perguruan tinggi Muhammadiyah. Insya Allah.

Satu orang lagi instruktur yang tidak boleh saya lupakan adalah Mas Toni. Lengkapnya adalah Raja Juli Antoni. Suatu ketika, kakak ipar saya sedang kurang sehat ketika masih sekolah di Brisbane. Saat itu Mas Toni masih sekolah juga di situ. Saya minta bantuan beliau untuk membantu kakak iparku. Alhamdulillah beliau membantu. Sekarang Mas Toni termasuk aktivis yang boleh dikatakan memiliki pengaruh di negeri ini. Terakhir saya ketemu beliau saat Muktamar Muhammadiyah di Makassar 2015 silam. Saat itu beliau datang lengkap dengan peci hitamnya.

Sebagai bagian dari materi pelatihan TMU di Lembang tahun 2000 silam, oleh instruktur kami dibawa jalan kaki mengunjungi masyarakat pedesaan. Melewati pematang sawah dan meniti jembatan bambu. Dingin dan menyenangkan. Kami diminta untuk bersosialisasi dan berinteraksi dengan masyarakat setempat.

Lalu kami dibawa ke kawasan Gunung Tangkubang Perahu, masih tak jauh dari Lembang. Rekreasi dan sekaligus penutupan acara. Dalam sesi penutupan tersebut, entah bagaimana ceritanya, saya terpilih sebagai peserta paling ramah. Juga ditetapkan sebagai ketua alumni, pemilihan langsung, setelah mengungguli calon lain dari Sumatera Barat. Hingga saat ini, sayang sekali, saya tak sempat bikin acara terkait dengan posisi tersebut.

Hari ini saya kembali ke Lembang. Setelah mengikuti Rakernas Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah. Saya tak bisa membandingkan situasi dulu dengan sekarang. Yang jelas adalah semakin ramai. Tentunya saya tak melewatkan suasana menikmati pemandangan yang indah dan cuasa yang sejuk. Sama sejuknya Desa Balassuka Kecamatan Tombolo Pao, Gowa. Atau kampung halaman kakek saya di Desa Panggulangan Kecamatan Sipirok Tapanuli Selatan Sumatera Utara.

Wassalam HFS
Lembang 03 Maret 2019

*) Penulis adalah dosen UIN Alauddin Makassar

Facebook Comments