Home Literasi Resensi Buku Oligarki

Resensi Buku Oligarki

215
0
Muslim Haq. M

Oleh : Muslim Haq. M*

Judul buku : Oligarki
Penulis : Jeffrey A. Witers
Alih bahasa : Zia Anshor
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Ketebalan : 478 halaman

Dasar Material Oligarki

Pada bagian pembahasan ini penulis menguraikan bahwa sepanjang sejarah sangat sulit kita mendefinisikan secara tepat terkait dengan “Oligarki” sebab memiliki beragam bentuk namun dari berbagai konsep pendefinisian Oligarki itu sendiri dominan memberikan batasan bahwasanya Oligarki itu penekanannya merujuk pada “suatu kekuasaan politik yang didominasi oleh kelompok kecil terhadap entitas yang besar”.

Untuk lebih menyatukan pandangan maka marilah kita menyimak beberapa definisi dibawah ini yang dikemukakan para pihak, yaitu: James Payne (1968) menyatakan bahwa konsep Oligarki “kacau balau”. Kemudian Leach (2005) juga memberikan batasan “kurang spesifik”. Sementara menurut Internasional Encyclopedia of social science mendefinisikan Oligarki sebagai “bentuk Pemerintahan dimana kekuasaan berada ditangan minoritas kecil”, dan menambahkan bahwa istilahnya berasal dari kata bahasa Yunani oligarkhia (pemerintahan oleh yang sedikit), yang terdiri atas ologio (sedikit) dan arkhein (memerintah)”.

Pada frase Oligarki dengan Oligark (Oligarch) memiliki perbedaan, dimana Oligarki lebih menekankan pada “sistem” sedangkan Oligark cenderung kepada “pelaku oligarki atau individu/pribadi. Untuk itu Oligark (Oligarch) dapat didefinisikan bahwa Oligark (Oligarch) adalah pelaku yang menguasai dan mengendalikan konsentrasi besar sumber daya material yang bisa digunakan untuk mempertahankan dan meningkatkan kekayaan pribadi dan posisi ekslusifnya. Suber daya itu harus bersedia untuk digunakan demi kepentingan pribadi, biarpun tidak harus dimiliki sendiri. Lebih lanjut berkaitan dengan Oligark, setidak-tidaknya memiliki dua unsure yang menjadi pertimbangan : pertama; berbicara masalah “Dasar Kekuasaan minorits oligarkis”. Segala bentuk pengaruh minoritas didasarkan kepada konsentrasi ekstrim kekuasaan yang dibuyarkan melalui pemecahan kekuasaan. Kedua; berkaitan dengan “Jangkauan kekuasaan minoritas oligarkis”. Jangakauan kekuasaan oligark didesain secara sistematik dan sangat susah dipecah-pecah. Oleh karena itu usaha untuk melarikan diri nyaris mustahil apalagi ditunjang dengan biaya yang mahal.

Berbicara masalah Oligarki maka hakikatnya kita sedang membicarakan “Politik pertahanan kekayaan oleh pelaku yang memiliki kekayaan material”. Pertahanan kekayaan oleh oligark mencakup tantangan dan kapasitas tertentu yang dimiliki bentuk dominasi atau ekslusi minoritas lain.

Pertahanan Kekayaan

Pertahanan kekayaan untuk oligark memiliki dua komponen; “pertahanan harta” (Property defence, mengamankan klaim dasar atas kekayaan dan hak milik), dan “pertahanan pendapatan” (Income defence, menjaga sebanyak mungkin pendapatan dan laba dari kekayaan didalam kondisi hak milik yang aman). Dalam studi oligark dan oligarki perlu ditarik garis batas yang jelas antara klaim harta dan hak milik harta. Harta adalah benda yang cair,statusnya berubah-ubah sepanjang sejarah antara klaim dan hak dan keduanya kadang bercampur dalam sistem yang sama. Keduanya diamankan dengan kekerasan dan pemaksaan. Namun, perbedaannya muncul pada lokasi penegasan hak yaitu siapa atau apa yang melakukan pemaksaan yang mengamankan klaim atau hak milik atas harta. Klaim harta ditegaskan secara individu dan pribadi sedangkan hak milik harta ditegaskan secara kelompok.

Klaim harta selalu ditegaskan oleh oligark sendiri (sendiri-sendiri atau bersama) atau secara pribadi oleh penguasa erupa sultan yang selalu merangkap oligark terkemuka. Sedangkan hak milik atas harta ditegaska dari luar oleh Negara tak pribadi lewat hukum. Dengan demikian, penegakan hukum oleh Negara merupakan salah satu cara mengamankan harta, dan cara itupun bukan cara yang paling sering digunakan sepanjang sejarah klaim dan hak milik harta.

Petahanan kekayaan dalam sistem Negara modern, dimana pergulatan oligark mengalami pergeseran menjadi mengerahkan sumber daya material bagi professional spesialis (pengacara, akuntan, konsultan penghindaran pajak, pelobi) untuk tetap menjaga sebanyak-banyaknya harta dan pendapatan mereka agar tak jatuh ketangan Negara, sehingga melimpahkan ke tangan Negara, sehingga melimpahkan beban Negara dan bahkan pertahanan kekayaan kepada para pelaku yang lebih miskin dalam sistem. Beban itu paling berat ditanggung kelas menengah dan menengah atas, yang sumber daya materialnya cukup besar untuk mendanai Negara (termasuk kebijakan kesejahteraan rakyat), tapi tak cukup besar secara individual untuk membeli pasukan profesonal yang dibutuhkan untuk menggeser beban keuangan keatas kepada para oligark.
Tipe-tipe Oligarki
Adapun tipe-tipe oligarki, sebagaimana yang diuraikan dalam buku ini adalah sebagai berikut:
1. Oligarki Panglima (warring oligarchy)
Ekstremnya, inilah dunia panglima (warlord). Perpecahan antara oligark berada pada tingkat tertinggi. Persekutuan bersifat tak stabil dalam konteks persaingan keras yang selalu berubah.
2. Oligarki Pengasa Kolektif
Ketika para oligark masih berperan besar secara pribadi dalam pelaksanaan kekerasan, namun berkuasa secara kolektif dan memilki lembaga melalui norma atau aturan main, maka hasilnya adalah oligarki penguasa kolektif.
3. Oligarki Sultanistik
Bentuk oligarki ini, ada ketika monopoli sarana pemaksaan berada ditangan satu oligark, bukan Negara terlembaga yang dibatasi hukum (Chehabi & Linz 1998). Didalamnya marak hubungan patron klien dengan norma perilaku dan kewajiban tertentu yang terkait dengannya. Namun penegakan hukum tidak ada atau beroperasi sebagai sistem kekuasaa hukum yang bersift pribadi.
4. Oligarki Sipil
Dalam sistem oligarki ini, seperti diuraikan pada substansi dari oligarki sultanistik. Namun yang membedakan adalah yang menggantikan individu tunggal sebagai pelakasana pemaksaan yang mempertahankan harta oligarki, ada lembaga pelaku yang dikendalikan oleh hukum.

Kesimpulan

Menurut Internasional Encyclopedia of social science mendefinisikan bahwa Oligarki adalah sebagai “bentuk Pemerintahan dimana kekuasaan berada ditangan minoritas kecil”, dan menambahkan bahwa istilahnya berasal dari kata bahasa Yunani oligarkhia (pemerintahan oleh yang sedikit), yang terdiri atas ologio (sedikit) dan arkhein (memerintah)”. Berbicara masalah Oligarki maka hakikatnya kita sedang membicarakan “Politik pertahanan kekayaan oleh pelaku yang memiliki kekayaan material”.

Pada frase Oligarki dengan Oligark (Oligarch) memiliki perbedaan, dimana Oligarki lebih menekankan pada “sistem” sedangkan Oligark cenderung kepada “pelaku oligarki atau individu/pribadi. Untuk itu Oligark (Oligarch) dapat didefinisikan bahwa Oligark (Oligarch) adalah pelaku yang menguasai dan mengendalikan konsentrasi besar sumber daya material yang bisa digunakan untuk mempertahankan dan meningkatkan kekayaan pribadi dan posisi ekslusifnya. Suber daya itu harus bersedia untuk digunakan demi kepentingan pribadi, biarpun tidak harus dimiliki sendiri. Lebih lanjut berkaitan dengan Oligark, setidak-tidaknya memiliki dua unsure yang menjadi pertimbangan : pertama; berbicara masalah “Dasar Kekuasaan minorits oligarkis”. Segala bentuk pengaruh minoritas didasarkan kepada konsentrasi ekstrim kekuasaan yang dibuyarkan melalui pemecahan kekuasaan. Kedua; berkaitan dengan “Jangkauan kekuasaan minoritas oligarkis”. Jangakauan kekuasaan oligark didesain secara sistematik dan sangat susah dipecah-pecah. Oleh karena itu usaha untuk melarikan diri nyaris mustahil apalagi ditunjang dengan biaya yang mahal.

Pertahanan kekayaan oligarki memiliki dua cakupan yaitu: “pertahanan harta” (Property defence, mengamankan klaim dasar atas kekayaan dan hak milik), dan “pertahanan pendapatan” (Income defence, menjaga sebanyak mungkin pendapatan dan laba dari kekayaan didalam kondisi hak milik yang aman). Selain itu, untuk memahami lebih lanjut bagaiamana para oligark melakukan pertahanan kekayaaan (harta), maka perlu kiranya untuk memahami lebi jauh tipe-tipe oligarki itu sendiri, antara lain:
1. Oligarki Panglima (warring oligarchy)
2. Oligarki Pengasa Kolektif
3. Oligarki Sultanistik
4. Oligarki Sipil

Kelebihan

Uraian buku ini, sangat recommendet untuk dijadikan rujukan awal ketika kita hendak memahami “Oligarki” agar memiliki basic awal untuk memahami ilmu dari oligarki itu sendiri menuju ketahap berukutnya yang lebih terstruktur dan sistemik.

Bahwa pembahasan dalam buku ini cukup padat dan memiliki kedalaman makna sehingga seni untuk memahaminya memiliki ketertarikan tersendiri bagi orang-orang yang konsentrasi berkaitan dengan oligarki tersebut. Selain itu, sangat cocok dibaca bagi setiap lapisan masyarakat, baik itu mahasiswa, akademisi, praktisi maupun para kaum elit dalam suatu kekuasaan.

Kelemahan

Dalam sebuah pameo mengisyaratkan bahwa “kelebihan akan bergandengan mesra dengan kelemahan, sebab sperti itulah adanya” artinya bahwa di suatu sisi suatu objek memiliki kelebihan maka disisi yang lain kelemahan pun akan senantiasa menunjuk diri sebagai ke “aku-an” akan keberadaannya. Untuk itu adapun kelamahan dari buku ini adalah dimana tersebut urgen kiranya uraian bahasannya disajikan lebih sederhana lagi agar para pembaca mudah untuk memahami substansi yang disampaikan, sebab buku ini merupakan buku terjemahan. Kemudian dalam bahasan oligarki sultanistik sebaiknya diuariakan tentang asal usul oligarki di Indonesia pada rezim pemerintahan orde baru.

*) Penulis adalah Ketua Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Komisariat Hukum Universitas Hasanuddin.

Facebook Comments