Home Berdikari Ekonomi Bekraf kembangkan Ekonomi Kreatif Gorontalo berbasis Digital

Bekraf kembangkan Ekonomi Kreatif Gorontalo berbasis Digital

92
0

Matakita.co (Gorontalo) – Kota Gorontalo sebagai upaya pengembangan ekonomi kreatif berbasis digital. Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) melalui Deputi Infrakstuktur mengadakan Bekraf Developer Day di Hotel Damhil Universitas Negeri Gorontalo, jalan Dua Susun. Sabtu, (6/4/2019).

Acara ini diselenggarakan atas kerjasama Bekraf dan Dicoding dengan dukungan Asosiasi Game Indonesia, Dicoding Elite, Google Developer Expert, Intel Innovator, Komunitas ID-Android, Samsung Developer Warrior dan perusahaan-perusahaan teknologi di Indonesia.

Menariknya, Gorontalo yang kali pertama dan merupakan kota kedua penyelenggaraan BDD 2019 setelah Bandar Lampung, turut menghadirkan sejumlah pelaku, praktisi dan expert industri kreatif digital Tanah Air, diantaranya Yohan Totting (Developer Advocate, Web Developer Relations – Goggle) dan Yanuar Rahman (Samsung Research Institute Indonesia).

Dalam kegiatan BDD di Gorontalo, terdapat Sebanyak 300 peserta hadir mengikuti talkshow dan sharing session dengan para pakar dan pelaku industri kreatif digital.

Ahmad Rekotomo, selaku Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Badan Ekonomi Kreatif mengatakan, Gorontalo mengalami perkembangan pesat dibidang infrastruktur seperti pembangunan jalan Gorontalo Outer Ring Road (GORR), revitalisasi Dana Limboto, pembangunan Bendungan Randangan serta pembangunan bandara baru Djalaluddin,
Dengan fasilitas tersebut potensi ekonomi kreatif akan banyak bermunculan terutama dalam bidang teknologi.

“Oleh karena itu, pendukungan teknologi sangat dibutuhkan di kota Gorontalo dengan mendorong para pelaku ekonomi digital, kreatif digital, dan pre-startup agar terbentuknya ekosistem digital yang kuat”. Tutur kepala Biro.

Muhammad Azhar Iskandar Zainal selaku Kasubdit Manajemen pelaksanaan TIK deputi infrastruktur Bekraf membenarkan bahwa, BDD guna mendukung kemajuan ekonomi kreatif Indonesia, serta menjadi ajang bagi para peserta untuk meningkatkan kompetensi dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan industri, dan untuk mendapatkan masukan dari developer ternama, mengenai tantangan-tantangan apa saja yang dihadapi oleh developer di Indonesia, serta usulan solusi yang diperlukan untuk membangun ekosistem digital yang kuat.

“Kegiatan ini dapat menghubungkan para Developer dengan Bekraf serta Pemerintah dan pelaku industri” tuturnya

Sementara itu, Kevin Kurniawan, selaku CEO Dicoding menambahkan Dicoding adalah salah satu partner dari Bekraf. BDD diadakan untuk menjembatani para developer dengan platform teknologi mutakhir untuk mengembangkan produk digital khususnya dibidang subsektor aplikasi, game dan web serta internet of things (IoT) agar kedepannya dapat bersaing di tingkat nasional, regional hingga global. Tak hanya itu, BDD juga diadakan untuk meningkatkan jumlah dan kualitas developer dan utamanya diharapkan muncul bibit-bibit baru developer.

CEO Dicoding menambahkan, dicoding ialah salah satu wadah untuk developer diindonesia, Terdapat 2 Misi Dicoding antara lain, suplay talenta terbaik untuk telhnologi diindonesia dan membantu developer yang punya produk untuk bisa sukses, dimana member dicoding saat ini berkisar 150 ribu orang.

“Kita punya beberapa bidang, diantaranya akademi, challange, Ivent dan Jobs. kita akan sangat membantu developer dalam hal, ivent, belajar, serta ikut kompetisi hingga mencari pekerjaan. Kita Juga satu-satunya Web Developer Relations Google, mitra pelatihan google resmi di indoneaia. Yang menyediakan modul pembuatan aplikasi android yang sudah diferivikasi oleh google dan bagi peserta yang mau ikut pelatihan dibuka secara gratis ” tutup Kevin.

Facebook Comments