Home Mimbar Ide Dibalik Umrah Jokowi

Dibalik Umrah Jokowi

135
0

Oleh : Wahyudi Akmaliah*

Tradisi umrah beberapa hari menjelang pemilihan sebenarnya sudah dilakukan oleh Jokowi sejak ia menjadi walikota di Solo dua kali. Saat Pilkada DKI Jakarta, perihal itu juga dilakukannya. Hal yang sama juga dilakukan dalam pilpres 2014. Jika ritual umrah dilakukan dan menjadi bagian tradisi ritual yang dilakukannya, apakah ini bisa disebut sebagai bagian dari pencitraan? Bisa saja disebutkan demikian.

Namun, ritual Umrah yang dilakukan itu justru menjadi tameng dirinya dalam menangkal sejumlah hoaks dan fitnah yang menimpanya. Sebagaimana diketahui, praktik fitnah kepada Jokowi itu dimulai pada tahun 2014. Sebelumnya, baik pilkada Solo dan Jakarta, serangan itu sangat sedikit dan bahkan jarang.

Fitnah dalam pilpres yang menyerangnya justru terjadi pada pilpres 2014, melalui obor rakyat. Tiga paket stigma! PKI, Kristen, dan China, merupakan senjata pemukul yang masuk ke dalam jantung wilayah pemilih di pelbagai daerah. Tidak hanya efektif, tapi cukup ampuh menggerogoti elektabilitas Jokowi, yang membuatnya turun dari prediksi sejumlah lembaga survei.

Dalam konteks ini, tim pemenangan Prabowo tinggal menunggu hasil kemenangan. Apalagi ia didukung oleh koalisi partai yang gemuk, modal besar, dan barisan militan para pendukungnya. Namun, titik krisis ini justru berbalik positif kepadanya saat Jokowi melakukan Umrah pada tahun 2014.

Kabar umrahnya Jokowi disiarkan ke sejumlah media televisi dan online. Dari pemberitaan ini menyadarkan publik atas sejumlah fitnah yang ditujukan kepada Jokowi. Pemberitaan itu, secara tidak langsung, mengklarifikasi tiga paket stigma yang tertanam kuat di masyarakat melalui propaganda, salah satunya obor rakyat. Di sini, ritual Umrah menjadi penyapuh kotoran yang membersihkan dirinya dari serangan tersebut.

Padahal, ritual Umrah ini juga bukan berasal dari tim kampanyenya melainkan berasal dari dirinya. Dengan kata lain, kebaikan orang baik akan berbaik kepada dirinya sendiri. Karena itu, oposisi bisa saja menyebutkan ritual umrah Jokowi sebagai bagian dari pencitraan. Namun, seburuk-buruknya serangan kepada orang baik akan berbalik kepada mereka yang menuduhkan.

*) Penulis adalah peneliti LIPI

Facebook Comments