Home Mimbar Ide Saudara Kemenangan Kita Kawal, Kecurangan Kita Lawan.

Saudara Kemenangan Kita Kawal, Kecurangan Kita Lawan.

0
Furqan Jurdi

Oleh : Furqan Jurdi*

Dimana-mana video kecurangan terus menggempur ruang media Sosial kita, mulai dari pencoblosan, pencurian kotak suara, hingga potensi Kecurangan dalam Input data.

Saudara, tetap berani untuk mengungkapkan kebenaran, meskipun berhadapan dengan represifnya tindakan aparat. Jangan surut, sebab kecurangan akan semakin terang-terangan kalau kita diam.

Pusatkan perhatian kita pada KPU, Pada peng-input-an data yang tidak benar. Sekarang mereka sudah mulai main kasar. Setelah potensi kecurangannya tertangkap mereka rubah, lalu hasil Screenshot yg mempersoalkan kesalahan itu dianggap hoax. Polisi akan menangkap penyebar screenshot itu.

Mereka bertindak semaunya saja. Negara seakan-akan digenggam oleh para “monster demokrasi”. Mereka yang menginput data itu yang harus di pidana, bukan rakyat.

Tetapi obyektifitas sudah hilang. Polisi akan menindak tegas laporan KPU. TNI akan siap melawan people power. Itu artinya TNI juga akan diarahkan untuk memusuhi rakyat.

Sepanjang 2 hari ini, saya menyaksikan resistensi yang luar biasa. Antara pergerakan media Sosial dan emosi massa. Ini bisa membludak kalau kecurangan tidak dihentikan.

Meskipun demikian, seperti kata Stalin “yang menentukan kemenangan bukan rakyat tetapi yang menghitung suara rakyat”. Ini yang sedang kita hadapi.

Lalu bagaimana kalau suara rakyat itu diselewengkan?

Adagium “suara rakyat adalah suara Tuhan, suara Tuhan adalah suara kebenaran” telah menjadi suara milik kekuasaan. Lalu mereka ingin mengakali suara kebenaran itu dengan cara menipu.

Maka jalan satu-satunya adalah people power. Sebuah kerumunan yang akan dipimpin oleh akal merdeka dan pikiran yang benar. Bukan akal bulus hanya untuk kepentingan pribadi dan golongan.

Dengan penggiriang opini publik yang dimulai oleh Lembaga Survey dengan hasil quick Count, telah benar-benar membawa situasi politik menjadi semakin memanas.

Apalagi jumlah sampling yang tidak sampai 1 persen digunakan dalam hitungan cepat itu, tidak merepresentasi suara keseluruhan dan tidak bisa dijadikan acuan untuk mengukur tingkat akurasi data secara nasional.

Belum lagi lembaga survey disinyalir menjadi kaki tangan kekuasaan. Media dikendalikan, opini dimainkan. Oleh karena itu, tidak jalan lain, yaitu mengawal suara rakyat, suara kebenaran itu, dan melawan kecurangan.

Dalam hitungan internal BPN yang sudah mencapai 90 persen berdasarkan C1 Plano, 02 telah unggul dengan yang cukup signifikan. Jadi ini yang harus kita kawal. Sementara kesalahan input data di KPU yang salah itu harus kita lawan.

Ini adalah “pertarungan” yang menentukan bagi Indonesia kedepan, bukan untuk satu periode kekuasaan. Kalau kecurangan dibiarkan maka kita akan memiliki pemimpin curang, yang akan menyebabkan bangsa ini menjadi bangsa yang tidak berkembang karena mental curang.

Jadi, saudara, tetap semangat, ini sudah diujung pertarungan. Saya ibaratkan keterlibatan aktif masyarakat mengawal pemilu ini Seperti orang yang bermain bola, kalau wasit dan hakim garis sudah ikut main, maka penonton akan turun lapangan dan mengerumuni mereka.

Oleh karena itu, KPU, Bawaslu, Kepolisian, TNI, BIN dan lembaga-lembaga negara tetaplah adil dan jangan memihak atau rakyat sendiri yang akan mencari keadilannya dengan caranya sendiri-sendiri.

*) Penulis adalah ketua Komunitas Pemuda Madani

Facebook Comments