Home Berdikari Libatkan Stakeholder, BKKBN Gorontalo Gelar Pertemuan Solusi Strategis tahun 2019

Libatkan Stakeholder, BKKBN Gorontalo Gelar Pertemuan Solusi Strategis tahun 2019

85
0

MataKita.co, Gorontalo – BKKBN Provinsi Gorontalo lakukan Pertemuan rencana aksi dan intervensi model solusi strategis tahun 2019 yang melibatkan berbagai pihak baik para stakeholder, mitra kerja, dan sektor terkait. Pertemuan berlangsung di Ball Room Hotel Aziziyah Limboto, Jumat (26/04/2019) Pukul 10.30 Wita.

Tahun 2019 merupakan tahun ke 4 pelaksanaan Kampung KB yang di canangkan oleh Presiden RI pada tahun 2016 berkat komitmen yang kuat dan kerja sama. kegiatan ini sesuai dengan undang-undang No. 52 tahun 2009 tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga, hal ini merupakan salah satu tugas dan fungsi direktorat analisis dampak kependudukan.

Dalam laporan panitia BKKBN Provinsi Gorontalo meraih peringkat 3 (ketiga) dari 34 Provinsi Gorontalo yaitu mengenai kajian dampak perceraian terhadap tumbuh kembangnya anak di Kabupaten Gorontalo.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Gorontalo Muhamad Edi Muin mengatakan dalam sambutannya akan memecahkan masalah dalam desa mootinelo dan sekaligus membukan pertemuan.

Dirinya mengatakan ada dua kasus besar yang terjadi di Desa Mootinelo di antarannya angka perceraian tinggi dan perkawinan di usia anak. Hal ini menjadi perhatian Bkkbn Provinsi Gorontalo.

Kondisi penduduk di Indonesia pada masa awal kemerdekaan sudah sangat berbeda dengan kondisi saat ini. Angka kematian yang menurun di sertai angka kelahiran yang awalnya meningkat dan kemudian menurun.

“Saya ingin menegaskan pentingnya menjadikan isu kependudukan sebagai arus utama pembangunan. Penduduk harus menjadi orientasi pembangunan, baik di tingkat Nasional maupun tingkat daerah.” Pungkas Muhamad Edi Muin.

Salah satu peran yang di harapkan Kepala Perwakilan Bkkbn Provinsi Gorontalo dari mitra kerja di daerah adalah turut berperan aktif dalam pemetaan masalah-masalah kependudukan.

Permasalahan kependudukan di Indonesia yang di tandai dengan jumlah penduduk yang tinggi, hingga membuat kualitas penduduk yang belum memadai serta persebaran penduduknya yang tidak merata.

“Ini merupakan permasanlah yang sangat kompleks dan mencakup spektrum isu yang luas karena secara timbal balik dapat berdampak pada pembangunan ekonomi, sosial, lingkungan maupun politik dan pertahanan keamanan,” lanjutnya.

Upaya pembangunan kependudukan di Kabupaten dan Kota sangat erat kaitannya dengan upaya penyelesaian masalah-masalah kependudukan dan pembangunan tersebut.

Muhamad Edi Muin usai memberikan sambutan, dirinya berpesan kepada seluruh peserta untuk bersama-sama satukan pikiran yang dapat melahirkan kebijakan.

“Ini merupakan tanggung jawab kita bersama,” tutupnya sekaligus membuka Pertemuan.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Dr. Bala Bakri, Selaku Narasumber. Kepala Bidang Dalduk, Dra. Salma P. Tamu. Kepala Desa Mootinelo, Adam A. Mutalib dan peserta kurang lebih 25 orang.

Facebook Comments