Home Berdikari Sosialisasi Penurunan Stunting, BKKBN Gorontalo dapat Apresiasi Bupati Boalemo

Sosialisasi Penurunan Stunting, BKKBN Gorontalo dapat Apresiasi Bupati Boalemo

66
0

MataKita.co Bupati Kabupaten Boalemo apresiasi program BKKBN Provinsi Gorontalo yang terkait dengan penurunan Stunting anak, Kamis (25/04/2019) bertempat di Ball Room Hotel Grand Ameliya.

Sosialisasi sekaligus materi dengan Media Konseling Informasi dan Edukasi yang merupakan program prioritas Nasional dalam penurunan Stunting di Boalemo tahun 2019. kegiatan tersebut di buka langsung oleh Bupati Kabupaten Boalemo yang di wakili oleh waki Bupati Boalemo Ir. H. Anas Jusuf.

Kegiatan ini mendapatkan apresiasi dari pemerintah daerah Kabupaten Boalemo, pasalnya saat ini Indonesia mengalami masalah stunting pada balita dan anemia pada wanita usia subur (WUS). Kekurangan gizi pada awal kehidupan berdampak serius terhadap kualitas SDM di masa depan.

Wakil Bupati Kabupaten Boalemo Ir. H. Anas Jusuf mengatakan kegiatan ini tentunya Guna memberikan pemahaman dan kebersamaan berbagai pihak yang terlibat dalam upaya percepatan perbaikan gizi demi terwujudnya derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-setingginya sebagai bagian dari kesehatan masyarakat yang di cita-citakan.

“Dengan cara menyiapkan sejak awal dan dini, anak-anak bisa tumbuh kembang dengan baik dam mampu merespons apa yang mereka butuhkah.” Kata Ir. H. Anas Jusuf dalam sambutannya.

Kesempatan dan lingkungan yang mendukung untuk mengembangkan keterampilan, baik pertumbuhan dan perkembangan, kemampuan intelektual.

Kabupaten Boalemo menurut pemutakhiran data penduduk tahun 2018 dimana anak-anak di bawah dua tahun terpapar berjumlah 4450 yang ada di seluruh desa di kabupaten Boalemo dengan jumlah anak stunting 157 yang tersebar di 10 desa lokasi stunting itu terjadi karena kekurangan Gizi menyebabkan kegagalan pertumbuhan.

“Persoalan stunting patut menjadi perhatian dan segara harus di tuntaskan, tingginya kasus anak stunting membawa Indonesia ke lima besar dunia masalah stunting. Stunting ini merupakan permasalahan Gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam waktu lama,” ujarnya.

Olehnya, Pemerintah Kabupaten Boalemo berkomitmen untuk mencegah dan menurunkan angka stunting dengan melaksanakan kegiatan terpadu dengan membentuk kampung KB seperti saat ini.

“Mulai membangun Komitmen dan kerja sama antar pemangku kepentingan, selanjutnya mempercepat pelaksanaan gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) serta peningkatan efektivitas dan sumber pembiayaan,” jelasnya.

Dalam sambutan terakhir dirinya menghimbau kepada peserta agar membangun masyarakat menuju Indonesia yang sehat dan berprestasi.

“Kita menyadari bahwa penanganan masalah stunting tidak bisa hanya oleh pemerintah, namun harus ada peran aktif dari masyarakat juga,” tutupnya

Kepala Perwakilan BKKBN Muhamad Edi Muin menambahkan, dirinya berharap pemerintah daerah kabupaten Boalemo bisa mencermati berbagai isu strategis yang baru muncul di permukaan saat ini, termasuk penyelamatan generasi mendatang.

Facebook Comments