Home Mimbar Ide Habis Pemilu, Terbitlah Limbah

Habis Pemilu, Terbitlah Limbah

341
0
Sampar

Oleh : Sampar*

Hiruk Pikuk pemilihan umum 2019 di Mamuju Tengah sudah mulai berlalu. Hal ini setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan Anggota legislatif terpilih di level kabupaten Provinsi dan tingkat pusat untuk provinsi Sulawesi Barat. Namun setelah pemilu bukan berati semua masalah telah terselesaikan.

Beberapa hari yang lalu didesa Brakkang kabupaten Mamuju Tengah. Salah satu sungai yang dimana menjadi sumber kehidupan warga didesa tersebut, terjadi pencemaran yang ditandai perubahan warna sungai yang dulu nya jernih kini disulap menjadi coklat. Ikan yang biasanya dikonsumsi oleh warga kini lenyap akibat limbah(racun) bahkan beberapa warga mengalami penyakit kulit(gatal) akibat terkena air sungai disalah satu desa dimamuju tengah.

Dari mana asal limbah tersebut? Tentu ini bukan serta merta muncul begitu saja, juga ini sangat bukan kutukan (takdir) dari tuhan. Tapi. Tapi, asal mula limbah tersebut dari salah satu perusahaan sawi yang ada di Mamuju Tengah.

wilayah yang dikenal dengan wilayah tanpa tercemar apapun,kini berubah secara signifikan akibat sistem Kapitalisme. Kapitalisme akan mengkeruk kekayaan alam yang ada dimamuju tengah, kapitalisme akan tidak ragu mencemari lingkungan mamuju tengah, kapitalisme akan secara perlahan membunuh kehidupan yang ada dimamuju tengah.

Kemana pemerintah?

Pemerintah (birokrasi) harusnya mempunyai konsep pelayanan publik dari aspek sosial-budaya (sosbud) yang dimana pemerintah harus menjamin persoalan sosial begitupun mengenai lingkungan. Tentu, terlepas soal AMDAL atau surat ijin perusahaan,mesti konsep good Governance, triple helix atau bahkan penta helix sudah sejak dini dipelajari dan diterapkan. David E. Aston mengemukakan proses sistem, yaitu : Input, proses dan output.

Input yang dimaksud adalah sebuah tuntutan sedangkan, proses adalah pemerintah.dan output yang dimaksud adalah implementasi kebijakan.

Maksudnya adalah persoalan seperti ini tidak boleh disepelekan, tentu butuh kebijakan secepatnya dari pemerintah sebagai solutif mengenai adanya pencemaran lingkungan yang ada dimamuju tengah.

Pemilu boleh usai, wakil rakyat baru menanti dilantik. Tapi jangan sepelekan limbah yang menyengsarakan rakyat.

*) Penulis adalah Mahasiswa Pascasarjana Unhas dan Aktivis Mamuju Tengah

Facebook Comments