Home Berdikari Latihan Kesiapan Pratugas Yonif 713/Satya Tama Ditutup

Latihan Kesiapan Pratugas Yonif 713/Satya Tama Ditutup

0
ADVERTISEMENT

MataKita.co, Gorontalo – Danrem 133/Nani Wartabone Kolonel Czi Arnold AP Ritiauw menutup latihan penyiapan pratugas tahap 1 satgas pamtas RI-PNG Yonif 713/Satya Tama Tahun Anggaran 2019, di aula Mayonif 713/Satya Tama Desa Tinelo Kecamatan Telaga Biru Gorontalo.

Danrem 133/Nani Wartabone, Kolonel Czi Arnold AP Ritiauw mengatakan walaupun prajurit mengikut ibadah puasa di bulan suci ramadhan tidak mematahkan semangatnya untuk mengikuti latihan tersebut.

ADVERTISEMENT

“Dalam nuansa puasa ramadhan, selama kurang lebih tiga minggu para prajurit Yonif 713/Satya Tama telah mampu mengikuti latihan ini dengan penuh semangat serta disiplin yang tinggi sehingga seluruh rangkaian kegiatan latihan dapat terlaksana dengan baik sesuai sasaran latihan yang diinginkan maka sehubungan dengan hal tersebut,” katanya.

Lanjut Danrem, dirinya mengucapkan berterima kasih kepada semua prajurit yang telah mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.

“Selaku pribadi dan atas nama komando saya menyampaikan terimakasih atas partisipasi aktif dari segenap prajurit Yonif 713/Satya Tama dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan latihan ini,” ujarnya.

Setelah kegiatan tersebut, Danrem berharap ilmu yang telah didapatkan para prajurit Yonif 713/Satya Tama diaplikasikan melalui tugas selanjutnya yaitu pengamanan perbatasan RI-PNG.

“Diharapkan untuk memiliki kesiapan yang tinggi dalam mengahadapi penugasan yang akan diemban untuk itu materi yang telah di latihkan maupun pengetahuan yang di berikan pada latihan pratugas ini baik yang berkaitan dengan materi taktik dan teknik maupun materi pembekalan hendaknya dijadikan referensi dan pedoman dalam rangka pelaksanaan latihan tahap berikutnya dimana materi yang diberikan harus dikuasai secara maksimal, sehingga pada latihan tahap berikutnya nanti sebagai tahap aplikasi, diharapkan masing-masing prajurit tidak mengalami kesulitan dan hambatan dilapangan,” harapnya.

Dalam skenario telah diberikan, juga harus dijadikan pedoman sehingga gambaran tugas yang akan dihadapi nantinya lebih jelas pada saat aplikasi tahap 2 nanti, para prajurit dituntut mampu menerapkan teori dasar yang diberikan maka tekadnya harus selalu semangat dengan semangat kegiatan atau tugas akan terasa lancar serta pedomani arti kata yang dicetuskan SEJATI (Semangat, Jaga dan Tingkatkan Keprofesionalisme Keprajuritan serta Rendah Hati),” tuturnya.

“Dimanapun berada pasti berhasil, walaupun latihan pratugas sudah ditutup tetapi latihan pemeliharaan kemampuan harus tetap dilaksanakan dan ikuti terus perkembangan situasi sebagai bekal para prajurit dalam melaksanakan tugasnya,” tegasnya.

Facebook Comments
ADVERTISEMENT