Home Berita Ketua Spasi Nilai Tudingan David Soal Program ‘Nomaden’ Hanya Ganti Nama, Terkesan...

Ketua Spasi Nilai Tudingan David Soal Program ‘Nomaden’ Hanya Ganti Nama, Terkesan Kekanak – Kanakan

0

Matakita.co (Limboto) – Program Nomaden yang diusung oleh Bupati Nelson Pomalingo, dalam evaluasi Program kerja kepimipinannya, sudah dimulai dari Kecamatan Asparaga, tanggal 6 -7 september 2019 kemarin. Hal ini menuai respon dari Ketua Studi Pancasila dan Konstitusi (SPASI) Gorontalo. Selasa (10/9/2019)

Kepada Matakita.co Fanly menyampaikan, Program Gemilang Nyata Dalam Pembangunan (Gemilang NDP), adalah Wujud Nelson bekerja di depan meja, buka sekedar kerja di belakang meja.

Ketua Spasi itu menilai yang dilakukan Bupati Nelson hari ini adalah sebuah gambaran, bahwa Bupati bekerja dan berinovasi sesuai apa yg telah dipikirkannya.

“Bukan tiba saat tiba akal, moment Gemilang NDP atau Nomaden (Nelson Masuk Desa) ini, ialah sebagai wadah untuk mendengarkan secara detail, Aspirasi rakyat terhadap program yang selama ini telah digulirkan.” imbuh Fanly

Fanly yang juga sebagai Ketua AMPUH Prov.Gorontalo itu, menyayangkan program tersebut dicibir, bahkan menuduh Nelson berpolitik kepada segelintir orang. Yang menurutnya sejak awal memang tidak senang dengan prestasi yang dicapai oleh Pemerintahan Nelson selama ini.

“Padahal pilkada masih Jauh di depan mata, sedangkan apa yg dilaksanakan oleh Bupati Nelson ini, jauh sebelumnya telah direncanakan. Sangat realistis ketika Sebuah prestasi atau Kinerja kemudian dievaluasi. Nah, Nelson tiga tahun Kemarin Sudah bekerja, jadi sepantasnya melalui Nomaden ini, dijadikan momentum mengevaluasi apa yang telah dikerjakan oleh Pemerintahannya.” Ujar Fanly

Selain itu, Fanly menilai tudingan yang disampaikan oleh mantan Bupati Gorontalo David Bobihoe disalah satu media, yang mengatakan bahwa Program Nomaden, yang di galakan oleh Nelson hanya mengganti judul, dan mengikuti Program Goverment Mobile pada jamannya, adalah kritikan yang terkesan kekanak kanakan.

“Kalaupun itu benar, seharusnya David Bobihoe Berterima kasih kepada Bupati Nelson. Artinya, ini salah satu bentuk penghargaan dan penghormatan Bupati, kepada David Sebagai Seniornya. Sangat disayangkan, malah justru menanggapi Prestasi Bupati Nelson dengan Narasi Negatif, yang tidak sepantasnya dilontarkan oleh tokoh sekelas David sebagai penyandang Gelar adat pulanga.” Jelasnya

Fanly juga menambahkan, Dalam ajaran agama sekalipun, sesuatu yang baik Wajib diikuti dan yang tidak baik wajib ditinggalkan. Dirinya merasa heran dengan struktur berpikir David Bobihoe, yang justru memberikan penilaian kurang mendidik, terkait Program yang digalakan Bupati Nelson.

“Pertanyaannya, apakah dengan meneruskan Program David oleh Bupati Nelson hari ini adalah sebuah kesalahan atau dosa ? Sekali lagi, harusnya David Berterima Kasih kepada Nelson, yang kini mau meneruskan Programnya. Kalaupun dipermasalahkan adalah Pergantian Nama, maka rasanya sangat tidak Substansial apa yg dipermasalahkan David Bobihoe.” Sambungnya

Fanly juga menambahkan, yang perlu diingat, bahwa  resiko seorang Pemimpin yang Melanjutkan Kepemimpinan, Esensinya hanyalah dua. Yakni, menerima yang baik untuk dilanjutkan dan menerima yang kurang baik untuk diperbaiki.

“Nah hari ini Bupati yang satu – satunya Bergelar Profesor itu, telah melakoni hal tersebut Selama 3,5 tahun Kepemimpinannya, Nelson menjalankan hal itu pasca Pemerintahan David dulu. Bahkan, ada pekerjaan yang mungkin ditinggalkan David, namun mampu di teruskan, bahkan diselesaikan pada masa Pemerintahan Nelson.” Tambahnya

Diakhir penyampaiannya, Fanly mengatakan, terkait dengan Inovasi di Era pemerintahan masing-masing, hanya David dan Nelsonlah yang mengetahuinya. Namun, Inovasi dan pembangunan yang dulu tidak terlihat dijamannya David, kini terasa dan terlihat oleh masyarakat di Era Pemerintahan Nelson.

“Bersyukur David mendapatkan Pemimpin Seperti Nelson yg melanjutkan estafet kepemimpinannya, karena kekuranganya Nelson Pomalingo hari ini, hanyalah ketidakmampuan dirinya dalam membuka kekurangan David Bobihoe Pasca kepemimpinannya, yang kini dilanjutkan oleh Nelson. sedikitpun Nelson tidak menaruh dendam, bahkan justru selalu bersikeras untuk memaafkan.” Tutupnya.

Facebook Comments