Home Berdikari Minta Perlindungan dan Tingkatkan Nasib Perawat, PPNI Gorontalo Gelar Unjuk Rasa di...

Minta Perlindungan dan Tingkatkan Nasib Perawat, PPNI Gorontalo Gelar Unjuk Rasa di Kantor DPRD

0

MataKita.co, Gorontalo – Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Provinsi Gorontalo gelar aksi unjuk rasa di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Provinsi Gorontalo, (09/10/2019).

Ribuan massa keperawatan ikut dalam aksi unjuk rasa terkait perlindungan dan nasib perawat yang ada di Indonesia lebih khususnya di Provinsi Gorontalo itu putihkan halaman kantor DPRD hingga Kantor Gubernur Gorontalo.

Sebelumnya aksi tersebut telah di lakukan di persimpangan Kota Gorontalo pada pukul 08.30 Wita hingga selanjutnya menuju Kantor DRPD dengan titik akhir di Kantor Gubernur Gorontalo.

Ketua PPNI Rhein Djunaid saat di wawancarai oleh awak media mengatakan bahwa, pada saat ini banyak terjadi kriminalisasi terhadap perawat, Seperti kasus yang menimpa salah satu perawat yang ada di Lampung Utara.

Perawat tersebut sedang menghadapi proses hukum lantaran dituduh melakukan malapraktik saat menanangi pasien yang tertusuk paku.” Ujar Rhein Djunaid.

Dirinya juga menyebutkan aksi mereka yang turun kejalan bukan untuk mengganggu ketertiban. Tetapi turun untuk rasa solidaritas mereka terhadap rekan perawat di Kabupaten Lampung Utara yang di penjara karena tuduhan sebagai penyebab kematian pasien.

Selanjutnya masa aksi berlanjut ke Kantor Gubernur Provinsi Gorontalo, setibanya di sana para masa langsung di terima oleh pemerintah Provinsi Gorontalo yakni Asisten I Syukri J. Botutihe.

Sesampainya di Kantor Gubernur, Rhein Djunaid meminta kepada pemerintah untuk membantu kesejahteraan perawat. Pasalnya saat ini honor para perawat belum juga dibayar selama 7 bulan lantaran keterlambatan pembayaran BPJS.

Untuk itu, dia berharap agar pemerintah dapat membuat Undang-undang untuk melindungi perawat di Indonesia, khususnya di provinsi Gorontalo agar tidak dikriminalisasi.

Rhein Djunaid menuturkan Perawat adalah profesi yang sangat berguna di Indonesia. Sehingga pemerintah harus seriusi untuk melindungi perawat.

Facebook Comments