Home Lensa Gelar Patroli, Koramil Kota Selatan Tangkap Warga Bawa Golok dan Ketapel

Gelar Patroli, Koramil Kota Selatan Tangkap Warga Bawa Golok dan Ketapel

0

MataKita.co, Gorontalo- Pelda I Made Oka Plh, Danramil 1304-02/Kota Selatan mengaku tidak Habis Pikir Beberapa Malam terakhir ini Koramil melaksanakan Patroli rutin. Minggu (10/112019) Waktu dini Hari.

Meski sudah di lakukan Patroli setiap hari masih banyak sekali didapati warga yang masih suka melakukan kegiatan kegiatan negatif yang berpotensi merugikan diri sendiri bahkan orang lain Kali ini Patroli Koramil yang dipimpinya kembali berhasil mengamankan warga yang didapati membawa Golok dan Ketapel lengkap dengan Batunya.

“Untuk Apa Coba?” ucap danramil usai melaksanakan penggeledahan menanyakan kepada salah satu warga inisial EM (32) yang kedapatan membawa golok dan ketapel lengkap dengan batunya tepatnya di lokasi Cafe Rindu Tamalate.

EM langsung di ringkus oleh Petugas Patroli dan di giring langsung ke Polsek Kota Timur untuk di amankan.

Kepada Warga yang sempat menyaksikan kejadian penangkapan itu Danramil 1304-02/Kota Selatan menyampaikan Bahwa Membawa senjata Tajam dapat melanggar Pasal 2 ayat (1) UU Darurat No. 12 Tahun 1951 tentang Mengubah.

“Ordonnantietijdelijke Bijzondere Strafbepalingen” (Stbl. 1948 Nomor 17) dan UU Republik Indonesia Dahulu Nomor 8 Tahun 1948 (“UU Drt. No. 12/1951”) yang berbunyi:

(1) Barang siapa yang tanpa hak memasukkan ke Indonesia, membuat, menerima, mencoba memperolehnya, menyerahkan atau mencoba menyerahkan, menguasai, membawa, mempunyai persediaan padanya atau mempunyai dalam miliknya, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan, mempergunakan atau mengeluarkan dari Indonesia sesuatu senjata pemukul, senjata penikam, atau senjata penusuk (slag-, steek-, of stootwapen), dihukum dengan hukuman penjara setinggi-tingginya sepuluh tahun.

(2) Dalam pengertian senjata pemukul, senjata penikam atau senjata penusuk dalam pasal ini, tidak termasuk barang-barang yang nyata-nyata dimaksudkan untuk dipergunakan guna pertanian, atau untuk pekerjaan-pekerjaan rumah tangga atau untuk kepentingan melakukan dengan syah pekerjaan atau yang nyata-nyata mempunyai tujuan sebagai barang pusaka atau barang kuno atau barang ajaib (merkwaardigheid).

Jadi, berdasarkan ketentuan di atas, membawa celurit untuk berjaga-jaga dalam perjalanan, adalah melanggar Pasal 2 ayat (1) UU Drt. No. 12/1951 atas dugaan membawa senjata penikam, atau senjata penusuk, dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun.

“Si pelaku tetap melanggar pasal tersebut sekalipun menyimpan atau menyembunyikan celuritnya di dalam tas. Perbuatan tersebut adalah kejahatan (lihat Pasal 3 UU Drt. No. 12/1951).” Ucap Danramil 1304-02/Kota Selatan.

Dirinya menyebutkan Dasar Hukum: Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Mengubah “Ordonnantietijdelijke Bijzondere Strafbepalingen” (Stbl. 1948 Nomor 17) dan Undang-Undang Republik Indonesia Dahulu Nomor 8 Tahun 1948.

Facebook Comments