Home Berdikari Aliansi Gerakan Peduli Rakyat Gorontalo Gelar Demokrasi, Ini Masalahnya

Aliansi Gerakan Peduli Rakyat Gorontalo Gelar Demokrasi, Ini Masalahnya

0

MataKita.co, Gorontalo – Aksi damai dari Aliansi Gerakan Peduli Rakyat Provinsi Gorontalo Terkait permasalahan Tanah antara Erens Arunde dan pihak PLN, yang mana bahwa Erens Arunde selaku pemilik sudah dilaporkan ke Polres Gorontalo kota dan sudah ditetapkan sebagai tersangka. Senin (18/11/2019).

Adapun yang menjadi rute sasaran massa aksi, Kantor PLN, PDAM Kota Gorontalo, Kampus Ichsan, DPRD Kota Gorontalo, Kantor Pertanahan Kota Gorontalo

Pada Pukul 10.20 wita massa aksi tiba di Kantor PLN dan di terima oleh Supriyadi selaku maneger PLN, Tasrik Pakaya dan Saiful Jalil selaku humas PLN.

Dalam penyampaian Supriyadi Bahwa terkait kepemilikan tanah yang berada di Kelurahan Tenda dirinya mengungkapkan pihaknya memiliki bukti-bukti sertifikat untuk hak pakai tanah tersebut.

“kami juga tetap lewat dan menempuh jalur hukum maka dari itu kami memiliki data dan surat-surat lengkap dan kami juga telah menyerahkan permasalahan ini ke Polres Gorontalo Kota.” Ungkap Supriyadi

Supriyadi menyebutkan pihaknya mempunyai bukti hak pakai (sertifikat). Bahkan copiannya sudah diserahkan di Polres Gorontalo Kota.

“Inilah pegangan kami sehingga kami mengklaim tanah tersebut, Bukan kami merasa memiliki data terus kami menguasai, kami melalui Proses hukum. Kalo ini memang milik keluarga Arunde maka berikan data-datanya kepada kami.” Jelasnya di hadapan masa aksi.

Dengan adanya data dan bukti mengenai tanah itu dan pihak pertanahan mengeluarkan data bahwa PLN memiliki hak untuk menggunakan tanah tersebut.

Selanjutnya pada Pukul 10.50 Wita massa aksi bergerak menuju kantor PDAM dan menyampaikan aspirasinya. Dan pada Pukul 11.10 wita massa aksi bergerak menuju kampus ichsan.

Adapun yang menjadi tuntutan para masa aksi yang di tujukan kepada kampus Icshan kota Gorontalo yakni menuntut kepada pihak kampus Icshan agar segera membayarkan gaji para dosen, karena terindikasi gaji para dosen sudah beberapa bulan belum di bayarkan.

Dalam aksi tersebut para masa menuntut menuntut gaji dosen-dosen yang ada di Universitas Ichsan Gorontalo, masa mengungkapkan para dosen takut karena di ancam akan di keluarkan dari kampus Icshan. Para orator juga menuntut untuk kesejateraan para dosen karena ada juga para dosen yang tidak di dukung oleh BPJS.

Pukul 11.15 wita massa aksi menuju kantor DPRD Kota Gorontalo dan di terima oleh Ketua DPRD Kota Bpk Ayi Bukusu.

Penyampaian Ketua DPRD Kota, Bahwa Alhamdulillah kami juga mendukung, ini juga sudah pernah kami bahas dalam rapat dan permasalahan ini juga sudah mendapatkan hasil atau kesimpulannya.

Bahwa permasalahan ini telah di bahas waktu rapat pada bulan April 2019, bahwa hasil dari rapat yang akan turut mengundang pihak pertahanan akan kita laksanakan pada hari Senin pekan depan atau selambat-lambatnya hari Selasa pekan depan.

Pukul 11.45 massa aksi bergerak menuju kejaksaan negeri tinggi.

Pada pukul 14.10 wita massa aksi menuju kantor pertanahan Kota Gorontalo dan di terima oleh Abdurrahman Deu dan Kepala Kantor Pertanahan.

Adapun tanggapan dari Pihak BPN “Kami akui tanah itu ada sertifikat. Tapi itu belum kami temui. Semua ini ada solusi dan dan jalannya. kami disini hanya meneruskan jabatan senior kami dulu,”  jelas Abdurahman Deu.

Menyikapi kasus yang berkembang saat ini. Pihak BPN masih mencari dokumen. saat ini BPN sudah temukan dokumen peninggalan yang telah di tinggalkan oleh senior-senior mereka pada tahun 1992.

“Pada tahun 92 PLN Telah bermohon di tanah itu. Pada waktu itu kita masih bergabung dengan sulawesi utara. berdasarkan permohonan itu pihak BPN telah mengirim surat ke pihak Kanwil,” lanjutnya.

Menurut Abdurahman Deu menyebutkan Kalau hal ini sampai masuk ke pengadilan akan bicara apa adanya. Karna sertifikat ini tidak ada tandatangan. alasannya ini tidak ada alas hak, “dan jika ini sampai ke Pengadilan kami yakin pihak pengadilan tidak akan membela pihak PLN karna mereka tidak gila,” ucapnya.

Pukul 15.30 massa aksi kembali ke titik kumpul awal. Aksi damai dari Aliansi Gerakan Peduli Rakyat Provinsi Gorontalo berakhir pukul 15.35 wita. Situasi aman lancar dan kondusif.

Facebook Comments