Home Berita Anggaran Tidak Wajar, Aleg DPRD Boalemo Walk-Out Saat Paripurna Banggar

Anggaran Tidak Wajar, Aleg DPRD Boalemo Walk-Out Saat Paripurna Banggar

0

Matakita.co (Boalemo) – Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Boalemo, dalam rangka Penyampaiann Laporan Badan Anggaran atas pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Kabupaten Boalemo diwarnai aksi Walk-outnya salah seorang Aleg Fraksi Koalisi Nasdem Perindo (KNP) Riko Djaini. Rabu (27/11/2019)

Bukan tanpa alasan, kepada Matakita.co Riko menyampaikan, bahwa dirinya mempertanyakan anggaran Dinas Pertanian yang membengkak hingga 71 Milyar Rupiah.

“Berdasarkan KUA-PPAS, anggaran Dinas Pertanian untuk belanja langsung sebesar 13 milyar dan belanja tidak langung 6 milyar, sehingga totalnya 19 milyar. Kenapa saat pembahasan terjadi penggelembungan sebesar 71 Milyar, ini ada apa ?,” Ungkap Riko saat ditemui di ruang kerjanya, Jum’at (29/11/2019)

Riko juga menjelaskan, mengacu di Undang-Undang No.23 Tahun 2014 Pasal 12 bahwa pada penyelenggaraan Pemerintah ada yang sifatnya wajib dan ada pilihan.

“Yang sifatnya wajib diantaranya pendidikan, kesehatan, pangan dan pekerjaan umum. Nah, untuk pertanian sifatnya pilihan. Kenapa terjadi penggelembungan sebesar itu. Padahal hampir semua OPD terjadi Rasionalisasi pemangkasan Anggaran. Ketika rasionalisasi dilakukan, tapi di satu sisi ada OPD yang di istimewakan dalam penganggaran ini tidak wajar.” Jelas Riko

Riko yang juga anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Boalemo ini mengatakan, jika ini dipaksakan akan menjadi pintu masuk Kejaksaan dan KPK mempertanyakan Anggaran dinas pertanian.

“Saya sudah katakan kepada teman-teman bahwa jika ini dipaksakan, ini akan jadi pintu masuk Kejaksaan dan KPK. Karena mempertanyakan sudah ada 250 Paket jalan usaha tani.” Tutur Riko

Terkait dengan kejadian walk-out dirinya, Riko menyampaikan tidak berniat untuk menggagalkan Agenda DPRD untuk melakukan Paripurna terkait Laporan Banggar Rabu malam kemarin.

“Kalau soal Program Bupati terkait Jalan usaha tani saya setuju, tapi ini kan bisa dilakukan step by step. Saya ngotot menginterupsi kemarin itu, hanya sekedar menyampaikan ke Pimpinan, bahwa saya selaku anggota Banggar, dan selaku anggota Fraksi KNP tidak bertanggung jawab terhadap keputusan Banggar karena alasan yang sudah saya jelaskan tadi. Tidak ada niat lain.” Tutupnya

Facebook Comments