Home Hukum Pelaku Aborsi Ilegal Digiring Ke Mapolresta Gorontalo

Pelaku Aborsi Ilegal Digiring Ke Mapolresta Gorontalo

0

Matakita.co (Kota Gorontalo) – Polres Gorontalo Kota berhasil mengamankan tersangka yang di duga sebagai pelaku percobaan aborsi.

Berdasarkan keterangan dari Kapolres Gorontalo Kota saat Konferensi Pers yang di gelar di Mapolres Gorontalo Kota siang tadi pada pukul 13.00 Wita, Senin (20/01/2020). Ada pasangan yang belum resmi mendatangi tersangka berinisial SU dengan niat untuk menggugurkan anaknya.

Kejadian tersebut terjadi pada Sabtu (18/01/2020) Korban mendatangi Rumah SU di Kelurahan Heledulaa dengan maksud ingin Meminta Bantuan Kepada pelaku untuk di Bantu menggugurkan anak yang ada di dalam perut tersebut.

Kemudian oleh pelaku langsung meminta kepada Korban agar segera masuk ke kamar untuk Dilakukan Pemeriksaan. Sebelum melakukan persalinan pelaku menanyakan kepada ayah dari anak yang ingin di gugurkan.

“kenapa Tidak melakukan Persalinan di Rumah sakit atau Di Puskesmas.” Ujar SU

Namun ayah dari anak itu mengatakan kepada SU agar minta tolong anaknya dilahirkan di sini saja, kemudian SU menanyakan kembali setelah melahirkan anak ini mau di kemanakan dan laki-laki yang tak bisa di sebut namanya itu mengatakan agar di berikan saja kepada orang.

Kemudian dari SU meminta uang sebesar 4jt rupiah dengan alasan untuk biaya proses pengguguran. Namun pada saat pelaksanaannya si perempuan yang tak di sebut namanya ini mengalami pendarahan.

AKBP. Desmont Harjendro menjelaskan, bahwa pada saat Kondisi bayi sudah lahir, ibu dari bayi tersebut mengalami kesakitan, dan harus di bawakan ke rumah sakit, setelah di antar di rumah sakit bayi tersebut di tinggal di rumah SU (Dukun Bayi).

Setelah di lakukan pemeriksaan di rumah sakit, pihak rumah sakit menanyakan posisi bayi yang telah di lahirkan tersebut. Melihat ada yang aneh, pihak rumah sakit melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian dalam hal ini Polres Gorontalo Kota.

Berdasarkan keterangan dari Kapolres Gorontalo, bayi tersebut sempat di berikan ke tetangganya yang merupakan anak SU dengan perjanjian dari pihak anaknya harus menebus dengan uang sebesar 3jt rupiah.

“Apa bila ingin mengambil bayi tersebut harus membayar Rp. 3.000.000 dengan alasan bahwa orang tua dari anak tersebut tidak mempunyai uang untuk biaya di rumah sakit.” Tuturnya

Saat di lakukan penyelidikan Bayi tersebut berada di Kelurahan Buladu, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo. Dan pada saat di temukan kondisi bayi sangat lemah dan membutuhkan perawatan dari pihak medis.

“Pihak Polres Gorontalo Kota akan melakukan penyelidikan lebih dalam lagi atas kegiatan Praktek Aborsi yang di lakukan SU.” Lanjut Kapolres.

Pelaku tersebut di jerat pasal 194 UU Kesehatan, Pasal 83 UU Perlindungan Anak. Dengan hukuman 15 Tahun di penjara.

Facebook Comments