Home HISTORIA Andi Achmad Faisal Sapada Resmi Dinobatkan Sebagai Addatuang Sidenreng ke-25

Andi Achmad Faisal Sapada Resmi Dinobatkan Sebagai Addatuang Sidenreng ke-25

0
ADVERTISEMENT

Matakita.co, Sidrap– Setelah sempat menjadi polemik pasca meninggalnya YM Paduka Andi Patiroi Pawiccangi addatuang Sidenreng yang ke-24,  Dr. Ir. H. Andi Achmad Faisal Sapada, SE. MM. akhirnya dinobatkan sebagai Addatuang Sidenreng ke-25 oleh Dewan Adat.

Penobatan dilakukan di Kantor Bupati lama di Jl. Jendral Sudirman, Pangkajene Sidrap, yang sekarang menjadi STIE Ichsan Sidrap, Senin, 24, Februari 2020, dan dihadiri ratusan masyarakat adat, tamu undangan dari Raja-raja dan Ratu se-nusantara.

Dalam sambutannya yang diwakili oleh salah satu pemangku adat, Andi Faisal Sapada menjelaskan bahwa terpilihnya ia sebagai Addatuang Sidenreng ke-25 disebabkan karena Arung Malolo Andi Syahrir Pawiccangi yang ditunjuk oleh Andi Patiroi Pawiccangi Addatuang Sidenreng ke-24 mengundurkan diri dikarenakan umur dan kesehatan.

ADVERTISEMENT

Atas dasar tersebut Dewan adat bersepakat meminta saya untuk dinobatkan menjadi Addatuang Sidenreng ke-25, dan telah sesuai dengan aturan lontara puraonrona Sidenreng. Kata Andi Achmad Faisal Sapada dalam sambutan tertulisnya.

Lanjutnya ia meminta maaf karena acara penobatan tidak dilaksanakan di Istana Salassa, dikarenakan Istana Salassa tidak ada lagi, sehingga acara dilaksanakan di Kantor Bupati lama, ia bercerita bahwa tempat tersebut sangat bersejarah baginya karena disinilah dirinya dilantik sebagai Pegawai Negeri Sipil.

Pada kesempatan tersebut Addatuang Sidenreng juga mengangkat tiga Arung Malolo setingkat perdana menteri yakni Drs Andi Tanawir Tabusassa dengan tugas dibidang Komunikasi pembangunan dan kemasyarakatan, Arung Malolo Andi Maisarah dan Arung Malolo Andi Sultan Petta Cakumba dibidang tugas pengkajian dan pengembangan Sumber daya manusia.

Namun saat acara penobatan tersebut Bupati Sidrap tidak hadir dalam kegiatan tersebut dan hanya diwakili oleh Asisten Ahli dbidang pemerintahan dan Kesra A. Faisal Burhanuddin, belum diketahui penyabab ketidakhadiran Ir. H. Dollah Mando.

Sedangkan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengutus Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, ia menyampaikan permohonan maaf dan menjelaskan ketidak hadiran Gubernur karena bertepatan dengan agenda yang telah disusun jauh hari.

Facebook Comments
ADVERTISEMENT