Home Politik CN Institute : Menteri Nadiem Makarim Tak Mengerti Adab

CN Institute : Menteri Nadiem Makarim Tak Mengerti Adab

0
Direktur Eksekutif Collaboration Network Institute, Faisal
ADVERTISEMENT

MataKita.co, Jakarta – Sikap Menteri pendidikan Nadiem Makarim yang membuat NU dan Muhammadiyah keluar dari Program Organisasi Penggerak (POP) di kementerian pendidikan patut menjadi perhatian. Hal ini menjadi sorotan dari berbagai kalangan. Salah satunya dari Collaboration Network (CN) Institute.

Direktur Eksekutif Collaboration Network Institute, Faisal kepada MataKita.co (28/7/2020) mengatakan mundurnya dua Ormas Islam Terbesar di Indonesia yang telah menjadi pelopor pendidikan sejak sebelum Indonesia Merdeka atas keputusan menteri pendidikan yang memberikan pengelolaan dn POP kepada dua perusahaan raksasa adalah merupakan bentuk ketidakpahamannya terhadap sejarah.

“Nadiem tidak mengerti sejarah, juga tidak memiliki adab. Diatas pengetahuan itu adab. Dia boleh seorang Ceo, ia boleh seorang lulusan sebuah perguruan tinggi mentereng diluar negeri, tetapi ia tidak diajarkan adab-adab orang Timur. Karena itu, sejak ia memproklamirkan merdeka pendidikan, ia lupa, bahwa dunia pendidikan itu bukan hanya seberapa jauh kualitas berpikir, tetapi yang terpenting adalah seberapa jauh kualitas sikap seseorang. Kualitas sikap itu yang menentukan baik dan buruk, bukan kualitas daya pikir. Dan Saudara Menteri belum sampai kesana” jelas Faisal.

ADVERTISEMENT

Faisal menjelaskan, Tidak kurang orang cerdas di bangsa ini.Tetapi yang kurang adalah yang punya adab. Karena tak punya adab, para pejabat menjadi korup, menerabas yang bukan haknya, menghalalkan segala cara untuk meraih keuntungan pribadi dan kelompoknya. Karena tak punya adab, banyak diantara kita yang melupakan masa lalu, dan menganggap kesuksesannya adalah bagian dari usahanya.

“Saya pikir, Nadiem meski berpikir lebih dewasa, agar ia terlihat punya adab. Program POP itu tidak semestinya ia berikan kepada dua perusahaan itu. Ia terlalu terbuka logika transaksionalnya” Jelasnya.

Faisal melanjutkan, Nadiem kehilangan adab saat menetapkan dua perusahaan besar itu sebagai penerima dana POP. Kami tau, bahwa saudara menteri sedang mulai membangun jejaring oligarkinya, tetapi jangan dengan cara-cara yang kurang beradab.

Facebook Comments
ADVERTISEMENT