Home Berita Teliti Fenomena Ketahanan Pangan, Dosen Cantik UNM Raih Gelar Doktor Administrasi Publik...

Teliti Fenomena Ketahanan Pangan, Dosen Cantik UNM Raih Gelar Doktor Administrasi Publik di Unhas

0
Novayanti Sopia Rukmana
ADVERTISEMENT

MataKita.CO, Makassar – Mahasiswa program doktor Ilmu Administrasi Publik Universitas Hasanuddin (Unhas) yang juga dosen Administrasi Publik Universitas Negeri Makassar (UNM), Novayanti Sopia Rukmana S., S.Sos., M.Si berhasil meraih gelar doktor setelah mempertahankan disertasi berjudul “analisis governance network dalam jaringan implementasi kebijakan ketahanan pangan di Kabupaten Bone”, Senin (27/09/2020).

Nova, sapaan akrabnya, mengaku sengaja mengangkat judul tersebut karena tertarik dengan fenomena pangan yang sangat kompleks serta seksi untuk menjadi kajian penelitian. Selain itu, ia juga tertarik karena telah lama mengikuti penelitian disertasi doktor (PDD) yang dilaksanakan dosen ilmu adaministrasi publik Unhas yakni Prof. Dr. Alwi, M.Si.

“jika dilihat dari social network theory, permasalahan ketahanan pangan ada pada tingkat kepercayaan antara aktor yg masih rendah. selain itu, kualitas dari sharing informasi juga rendah dan ketidakcukupan sumberdaya yang dipertukarkan. Permasalahan lainnya adalah koordinasi antar aktor yang terlibat dalam organisasi jaringan belum efektif. Pun Dewan Ketahanan Pangan (DKP) belum melakukan pertemuan rutin untuk membahas permasalahan ketahanan pangan,” ujar Nova saat memaparkan hasil penelitiannya pada Matakita.CO.

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, dosen muda asal enrekang itu menyampaikan perlunya masing masing aktor semisal Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pekerjaan Umum, Bulog, Penyuluh dan Comunity Based Organization (CBO) agar menerapkan “network culture” yang merupakan pondasi kuat membangun organisasi jaringan. Ia berharap hasil penelitiannya bisa menjadi masukan bagi pemangku kebijakan sehingga organisasi jaringan dapat diefektifkan agar permasalahan adminisrasi ketahanan pangan dapat terselesaikan.

Facebook Comments
ADVERTISEMENT