Home Berita Belum Setahun Dinikmati Warga, Jalan Mohiolo-Pangahu Dibongkar

Belum Setahun Dinikmati Warga, Jalan Mohiolo-Pangahu Dibongkar

0
ADVERTISEMENT

Matakita.co (Limboto) – Banyaknya pekerjaan pembangunan dan peningkatan jalan di Kabupaten Gorontalo yang tidak sesuai banyak menuai kekecewaan masyarakat.

Bagaimana tidak, jika sebelumnya pembongkaran pekerjaan jalan Mulyonegoro-Pilomba-Suka Maju di Kecamatan Pulubala yang memakan anggaran sebesar Rp. 3.626.305.622,83, kali ini pekerjaan jalan Mohiyolo-Pangahu pun dibongkar.

Warga masyarakat terujung Kecamatan Asparaga kini harus menerima kenyataan pahit. Pemerintah Kabupaten Gorontalo yang pernah menjanjikan perbaikan insfratuktur jalan dengan anggaran kurang lebih Rp 10 miliyar di tahun 2019 itu, hanya bisa dinikmati beberapa bulan oleh masyarakat.

Advertisemen

Hal ini disebabkan pekerjaan yang telah selesai tersebut terpaksa harus dibongkar kembali, karena diduga tidak sesuai perencanaan awal.

Dalam investigasi awak media, terlihat bongkahan aspal yang ditimbun di beberapa titik pingir jalan dan bantaran sungai pangahu. Proyek jalan Mohiyolo – Pangahu tersebut dengan nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp. 9.524.208.858,00 dan dikerjakan oleh CV. Wungulipu dengan nilai penawaran Rp. 8.505.441.207,000.

Foto : Kondisi Aspal Yang Dibongkar

Tokoh Pemuda sekaligus pemerhati pembangunan di Boliyohuto Gunawan SH mempertanyakan kualitas pekerjaan jalan Mohiyolo-Pangahu, yang dikerjakan tahun 2019 tersebut.

Kepada Matakita.co, Gunawan menduga jalan tersebut dikerjakan tidak sesuai perencanaan yang matang dan bahkan patut di curigai ada oknum oknum yang bermain dibalik pekerjaan tersebut.

”Pekerjaan ini saya rasa hanya asal-asalan saja, dan bisa saja diduga hanya mengejar keuntungan. Padahal semua orang tahu bahwa di wilayah ini ada pabrik PG dan menggunakan mobil pengangkut yang bermuatan diatas 10 ton. Seharusnya pihak perencanaan menyesuaikan hal tersebut, jangan hanya mengejar panjang pekerjaanya tetapi tidak memperhatikan kualitasnya,” Kesal Gunawan Selasa (18/08/2020)

Gunawan berharap, Pihak Dinas PU-PR Kabupaten Gorontalo agar lebih memperhatikan kejadian ini. Dirinya juga memberikan saran kepada penyedia barang dan jasa dalam hal ini ULP agar jangan menerima kontaktor yang hanya bekerja asal-asalan. Sebab Kata Gunawan, Pekerjaan pembangunan di Boliyohuto juga menggunakan uang rakyat.

“Kalau bisa Dinas terkait dan ULP jangan lagi menerima kontraktor tersebut, kalau perlu di blacklist saja. Yang dirugikan disini kami sebegai pengguna jalan dan bahkan ada yang mengalami kecelakaan dijalan tersebut, terlebih pada pengawasannya. Ini pasti ada mainan antara pengawas dengan pihak ketiga,” Tegas Gunawan.

Ditemui diruangannya, Kadis PU-PR Kabupaten Gorontalo Darwin Romi Sahrain ketika diklarifikasi menjelaskan, Pekerjaan jalan tersebut masih dalam tahap perawatan oleh kontraktor. Sehingga pekerjaan jalan tersebut, Oleh Romi diminta untuk dibongkar lagi.

“Untuk jalan tersebut kita bongkar lagi, karena tidak sesuai dengan kondisi kendaraan yang melintasi jalan tersebut, kita ketahui bersama jalan di desa itu selalu di lintasi oleh kendaraan besar punya perusahaan pabrik gula, apalagi di musin produksi, kendaraan tersebut mengangkut tebu dengan muatan yang cukup banyak sehingga membuat bebeapa jalan menjadi rusak.

“Benar kami yang meminta untuk dilakukan pembongkaran sebab masih dalam pemeliharan oleh perusahan yang mengerjakan proyek jalan tersebut tahun lalu, kita meminta kontrakornya agar secepatnya menyelasaikan jalan tersebut.” Terang Romi

Hingga berita ini dilansir, bagian pengawasan pekerjaan jalan Mohiyolo – Pangahu CV. Wungulipu Mulyanto Arnold, Belum bisa dihubungi dan tidak merespon selullernya.

Facebook Comments
ADVERTISEMENT