Home Berita Dituduh Bergaya Premanisme, LPKP Buteng: Saal Harus Meminta Maaf Secara Terbuka

Dituduh Bergaya Premanisme, LPKP Buteng: Saal Harus Meminta Maaf Secara Terbuka

0
ADVERTISEMENT

MataKita.CO, BUTON TENGAH – Lembaga Pemerhati Kebijakan Pemerintah (LPKP) Buton Tengah (Buteng) menggelar konferensi pers terkait tuduhan melakukan aksi demonstrasi bergaya premanisme di Mawasangka, Rabu (19/08/2020).

Konferensi Pers dipimpin langsung oleh Hasan yang juga Korlap Aksi unjuk rasa yang dilakukan selasa kemarin.

“Gerakan kami adalah gerakan mahasiswa yang berusaha menyuarakan aspirasi masyarakat Buteng. Olehnya itu, sangat tidak berdasar bila aksi kemarin dikatakan bergaya premanisme,” tutur acank, sapaan akrabnya.

Advertisemen

Ia pun menyayangkan sikap salah satu anggota DPRD Buteng, Saal Musrimin Haadi. Sebagai wakil rakyat, lanjut acank, Saal harusnya bisa memposisikan diri dan bersikap lebih bijak. Massa aksi hanya menuntut transparansi penggunaan anggaran Covid-19. Anggota dewan harusnya mendukung dan mendorong aspirasi ini, bukan malah membuat tuduhan baru apalagi sampai mengancam gerakan.

“Sangat tidak etis jika anggota dewan justru mengancam gerakan warganya sendiri. Kami berharap anggota dewan fokus menjalankan fungsi dan tugasnya melakukan pengawasan karena itu sudah menjadi tanggung jawab mereka,” ucapnya.

Ditempat terpisah, Ruslan yang juga Korlap II mengatakan bahwa aksi mereka sesuai dengan aturan dan tertib yang berlaku. Ia berharap DPRD punya kehendak politik untuk mengakomodir dan memperjuangkan aspirasi masyarakat yang mereka suarakan.

“Penyampaian aspirasi adalah hak rakyat, tidak ada yang salah dengan itu. Malahan, DPRD Buteng harusnya mendukung. Sebab, kami telah membantu mereka dalam menjalankan fungsi dan tugasnya terkhusus fungsi pengawasan. Selain itu, wakil rakyat di DPRD harusnya berpikir positif dan tidak menggiring wacana yang mengaburkan tuntutan yang sebenarnya,” Kata Ruslan Via Whatsapp.

Ruslan meminta yang bersangkutan (Saal) agar melakukan konferensi pers dan memohon maaf di media atas tuduhan yang ia layangkan.

“Demi kepentingan masyarakat dan publik di Buteng, Saal harusnya meminta maaf dan fokus pada tugasnya sebagai wakil rakyat. Dengan begitu, kegaduhan terkait realisasi anggaran covid-19 di masyarakat bisa mendapat penjelasan yang terang,” tegasnya.

Sebelumnya, pada 6 Juli lalu, demonstrasi dengan tuntutan yang sama telah dilakukan oleh LPKP dan LSM Garuda. Saat itu, pertemuan massa aksi dan DPRD Buteng menghasilkan rekomendasi untuk segera membentuk panitia khusus (pansus) pengawasan anggaran covid-19 serta berjanji mengundang kembali massa aksi terkait persoalan tersebut.

Facebook Comments
ADVERTISEMENT