Beranda Hukum Turun ke Jalan Rayakan Hakordia 2020, Garda Tipikor Unhas “Kuatkan Asa Lawan...

Turun ke Jalan Rayakan Hakordia 2020, Garda Tipikor Unhas “Kuatkan Asa Lawan Rasuah”

0
Massa aksi Garda Tipikor Unhas menuju titik aksi di Fly Over, Makassar (10/12/2020)

MataKita.co, Makassar – Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) yang jatuh pada 9 Desember 2020 merupakan alarm peringatan bagi setiap elemen masyarakat bahwa Indonesia dalam keadaan tidak baik-baik saja. Korupsi sebagai suatu kejahatan luar biasa (extraordinary crime) masih bersemayam didalam ibu pertiwi, menjadi pekerjaan rumah dari satu rezim ke rezim lainnya. Hal ini pun sangat disadari oleh Gerakan Radikal Anti Tindak Pidana Korupsi (Garda Tipikor) Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas).

Setelah menyelenggarakan Webinar Nasional mengenai setahun perjalanan Revisi Undang-Undang KPK yang baru, dilanjutkan dengan kembali turun kejalan pada tanggal 10 Desember 2020 untuk menyuarakan kembali kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi pasca Revisi Undang-Undang tersebut.

Garda Tipikor dalam aksinya sebagai bentuk peringatan hari anti korupsi sedunia, memaparkan beberapa tuntutan terkait dengan beberapa kasus yang diantaranya, mendesak KPK untuk menyelesaikan semua kasus yang belum terselesaikan sampai saat ini, mendesak KPK mengambil alih kasus Djoko Chandra, mendesak DPR RI dan Pemerintah Pusat untuk merevisi UU Tipikor, mendesak Mahkamah Konstitusi untuk mengabulkan gugatan uji formil UU Nomor 19 Tahun 2019 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi, serta menagih komitmen upaya pemberantasan korupsi oleh Presiden Joko Widodo. Hal ini dilakukan sebagai bentuk keresahan dan kepedulian Garda Tipikor itu sendiri terhadap penanganan kasus tindak pidana korupsi yang belum terselesaikan hingga hari ini.

Aksi Peringatan Hakordia ini dilaksanakan secara damai di Jalan Urip Sumohardjo, atau tepatnya dibawah fly over. Diketahui juga massa Garda Tipikor bergabung dengan massa Gerakan Revolusi Demokratik yang juga sedang melakukan aksi damai memperingati hari Hak Asasi Manusia yang jatuh pada hari ini tanggal 10 Desember 2020. Sekitar 30 massa berkumpul dibawah fly over pada pukul 13.40 untuk melakukan aksi damai tersebut dalam rangka memperingati hartikor tahun 2020. Pada pukul 14.00 beberapa massa secara bergantian menyalurkan aspirasinya masing-masing melalui orasi.

Disela-sela orasi pada aksi peringatan hartikor tersebut, pembacaan puisi juga menjadi salah satu bentuk penyaluran aspirasi oleh massa yang dibawakan oleh saudara Dayat dan saudara Asrar. Penyaluran aspirasi dalam aksi damai peringatan hartikor ini dilaksanakan hingga pukul 16.00, dan kegiatan ini dilanjutkan dengan pawai oleh massa ke pantai losari untuk membagikan selebaran kertas berisi tuntutan aksi dan merchandise dari KPK hingga akhirnya kembali menuju kampus Unhas pada pukul 17.30 sore. Selama kegiatan berlangsung tidak ditemukannya tindakan represif yang dapat mencederai citra aksi damai dalam peringatan hari anti korupsi sedunia tahun 2020 ini.

Andi Muhammad Arif selaku Jendral Lapangan Aksi Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia mengatakan bahwa aksi hari ini merupakan gerakan untuk memperingati hari anti korupsi sedunia yang sejatinya jatuh pada tanggal 9, akan tetapi karena kami sangat menghormati pelaksanaan pilkada maka kami baru turun hari ini.

“Hakordia menjadi momentum untuk membangun kesadaran seluruh elemen masyarakat dalam menerapkan budaya anti korupsi. Selain itu kami turun bukan untuk membuat kerusakan, akan tetapi secara damai kami hendak mengingatkan dan kembali merefleksi setahun pelaksanaan UU KPK yang baru, serta kasus-kasus korupsi yang terjadi di tahun ini. Menjadi alarm peringatan untuk negara ini karena telah nampak bahwa taring dan kuku yang dimiliki oleh KPK, perlahan namun pasti lenyap akibat keserakahan oligarki. Aksi kami sebagai penegasan Garda Tipikor Kuatkan Asa Lawan Rasuah” jelasnya.

Facebook Comments Box
ADVERTISEMENT