Home Kampus Dirangkaikan Pelantikan Komisariat, IMM Gelar Bedah Visi Misi Bupati Maros Terpilih

Dirangkaikan Pelantikan Komisariat, IMM Gelar Bedah Visi Misi Bupati Maros Terpilih

0
Iwan Dento memaparkan materinya terkait visi misi bupati Maros terpilih

MataKita.co, Maros – Pimpinan cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Maros menggelar Pelantikan Pimpinan Komisariat yang dirangkaikan dengan Bedah Visi Misi Bupati Maros Terpilih. Adapun kegiatan ini diadakan di di Aula Kantor Camat Mandai, kabupaten Maros. (16/1/2021)

Pelantikan ini dilaksanakan secara akbar oleh tiga komisariat yaitu Komisariat Ibnu Sina, Komisariat Jendral Sudirman dan Komisariat K.H Ahmad Dahlan.

Firdaus selaku Ketua Umum PC IMM Maros dalam sambutannya mengharapkan kedepannya agar setiap komisariat mampu lebih progresif dalam menggencarkan gerak gerak pencerahan.

Acara pelantikan ini juga dihadiri oleh Direktur Profetik Institute, Asratillah, Jurkan Hatikita Keren, Wawan Mattaliu, Penggiat lingkungan sekaligus penerima Kalpaturu, Iwan Dento dan Sekretaris KNPI sekaligus ketua pertama IMM Maros, Rizal Fauzi selaku pembicara dalam Bedah Visi Misi Bupati Maros Terpilih.

Dalam pemaparannya, Wawan Mattaliumengulas poin per poin dari Visi-Misi Bupati terpilih serta menjelaskan proses kesamaan visi awal sebelum terlibat aktif sebagai MC di pilkada Maros kemarin.

Sementara itu, Asratillah dalam pemaparannya menjelaskan bahwa sederhananya Visi dari pasangan kandidat Chaidir Syam-Suhartina Bohari ada tiga, yakni “Maros yang Sejahtera”, “Maros yang Religius” dan ” Maros yang berdaya saing”.

“Saya hanya bisa menyampaikan hal-hal sederhana saja, mulai dari pentingnya mengelola Human and Natural Resources dari Kabupaten Maros. Perlunya menghadirkan perguruan tinggi yang berkualitas di Maros, dan ini bisa dengan cara berkolaborasi dengan Ormas Islam yang ada termasuk Muhammadiyah. Serta perlu melakukan pendataan potensi ekonomi dan kebudayaan di setiap desa yang ada. Soal “Maros Religius”, saya menggunakan distingsi yang digunakan oleh Gertz, yang membedakan antara “Religousness” (keberagaman yang ekslusif) dan “Religous Mindedness” (keberaagaman yang inklusif), yang mesti ditumbuhkan di Maros adalah Religous Mindedness.

Sementara itu, Iwan Dento menekankan perlunya ada keseimbangan antara upaya memburu pertumbuhan ekonomi dengan keadilan ekologis. Tambang bisa saja dilangsungkan tetapi mesti mematuhi prinsip Good Mining Practice, dimana keseimbangan ekologi menjadi variabel penting.

Sementara itu, Rizal Pauzi lebih menekankan pentingnya peran pemuda dalam mengawal visi dan misi tertuang dalam RPJMD, kemudian rencana strategis serta program di dinas terkait.

Facebook Comments
ADVERTISEMENT