Matakita.co, Wajo – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 78 Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar menggelar sosialisasi penggunaan dan pengadaan QRIS serta branding UMKM berbasis media sosial di Desa Nepo, Kecamatan Tanasitolo, Kabupaten Wajo.
Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap transformasi digital dan pengembangan ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di desa tersebut.
Program sosialisasi dilaksanakan dengan mendatangi langsung para pelaku usaha di berbagai titik usaha. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi digital masyarakat sekaligus memperkenalkan sistem pembayaran non-tunai yang praktis, aman, dan efisien melalui QRIS.
Narasumber kegiatan, Andi Muhammad Fajri, menjelaskan pentingnya pelaku UMKM beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital agar mampu meningkatkan daya saing usaha.
“Di era modern saat ini, pelaku UMKM harus lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi digital. Penggunaan QRIS dapat mempermudah transaksi sekaligus mengurangi risiko peredaran uang palsu sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan,” ujarnya.
Selain sosialisasi QRIS, mahasiswa KKN juga memberikan edukasi terkait branding usaha melalui platform media sosial seperti Instagram, Facebook, dan WhatsApp.
Peserta diberikan pemahaman mengenai cara membangun identitas usaha yang menarik, mulai dari penggunaan nama usaha yang mudah diingat, pembuatan logo sederhana, teknik pengambilan foto produk, hingga strategi promosi digital untuk memperluas jangkauan pemasaran.
Mahasiswa KKN turut membantu pelaku UMKM dalam proses pembuatan QRIS yang diterbitkan melalui Bank Indonesia agar pelaku usaha dapat langsung menggunakan sistem pembayaran digital dalam transaksi sehari-hari.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat serta pelaku UMKM setempat.
Panitia kegiatan menyebut program tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis teknologi.
“Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas dan keberlanjutan UMKM masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital,” ujar panitia kegiatan.









































