Home Mimbar Ide HILANG

HILANG

0
ADVERTISEMENT

Oleh : Muh. Sya’banudin*

Gerhana masih menyisakan cahaya yang menusuk dingin di tapal jalan itu. Berapa kali aku harus kehilangan? Berapa kali aku harus merelakan?

Sebelum ku bertemu dengan mu, senja pun tak sudi menunggu kedatangan ku, bulan pun turut mengeluh karena jarak yang melumat khayalku.

Pada lekukan sujud di sepertiga malam ku, penuh harap terselip dalam tiap-tiap pinta ku agar bertemu sepotong mimpi tempat kau menanamkan bunga-bunga khayal dari tidur ku yang penuh cita, yang pernah kau janjikan untuk kau antarkan di setiap pagi dalam bangun ku kala itu.

Namun kau telah berlalu dengan kereta senja, melarikan gairah hidup ku, mengubur angan dan cita ku, menghapuskan mimpi-mimpi yang telah ku titipkan di ujung gerbang tua usang kala itu, yang tertiup hembusan angin yang nenuntut dan menanyakan cinta yang tak pernah kita tahu keberadaannya dari sang kekasih pujaan.

Advertisement

Aku tabung airmata ini dalam kantung-kantung mimpi dihiasi sebilah sajak yang dihaturkan waktu, melagukan rindu, mencari bagian diri ku yang hilang dalam dekap ku yang tak mampu mempertahankan rindu.

*) Penulis adalah Mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, UNISMUH Makassar, Ketua Umum Kesatuan Mahasiswa Kota Bima (KMKB)-Makassar Periode 2020-2021)

Facebook Comments
ADVERTISEMENT