Home Politik Ruang Publik Edisi 8, LSKP Bahas Perempuan Dalam Kebijakan dan Pembangunan Daerah

Ruang Publik Edisi 8, LSKP Bahas Perempuan Dalam Kebijakan dan Pembangunan Daerah

0
Advertisement

MataKita.Co, Makassar – Lembaga Studi Kebijakan Publik (LSKP) melaksanakan Ruang Publik Edisi 8 secara virtual, live streaming di YouTube LSKP serta zoom meeting pada Jumat (3/9/2021).

Tema yang diangkat adalah Akses dan Peran Perempuan dalam Kebijakan dan Pembangunan Daerah. Adapun narasumber kegiatan, yakni Indah Putri Indriani (Bupati Luwu Utara), Ani W. Soetjipto (Dosen Hubungan Internasional FISIP-UI/Pasca Kajian Gender SKSG UI) dan Lusia Palulungan (Pembina Dewi Keadilan Sul-Sel).

Selaku aktivis LSM, Lusi menekankan patriarki yang masih sangat melekat dalam masyarakat. Oleh karena itu kepemimpinan perempuan sangat diharapkan sejak akar rumput.

“Sangat diperlukan kepemimpinan perempuan di tingkat grassrotts (akat rumput) sehingga dapat menghadirkan rencana program dan kebijakan dari level bawah. Hingga saat ini akibat patriarki yang sudah melekat, kesempatan perempuan tertutup untuk menyuarakan hak-hak mereka. Maka dari itu harus ada keseimbangan antara pemerintah nasional hingga pemerintah desa untuk mendorong kebijakan responsif gender,” tandasnya.

Menanggapi permasalahan tersebut, Ani kemudian menambahkan bahwa harus ada sinergi antara eksekutif dan kelompok masyarakat sipil dalam meningkatkan jejaring dan kolaborasi untuk mendukung kepemimpinan perempuan dari level atas maupun bawah, yaitu desa. Salah satunya melalui Musrembang.

Selanjutnya Indah Putri Indriani, melalui pengalamannya di Musrembang desa, turut menyampaikan pandangannya terkait peran perempuan dalam pembangunan daerah.

“Pemerintahan hadir untuk semua warganya, tidak hanya kelompok-kelompok tertentu. Jika melihat kondisi musrembang, sering kali perwakilan yang diutus hanya staff-staff yang ada di dusun, yang dimana tidak dapat dikatakan sebagai representasi masyarakat. Mereka juga seringkali hanya hadir secara fisik dan tidak memberikan respon terhadap isu apapun. Padahal, ketika turun di tengah masyarakat sangat banyak aspirasi masyarakat yang tidak tertuang di musrembang. Maka dari itu penting untuk menyediakan ruang khusus untuk perempuan terlibat aktif dalam musrembang,” pungkasnya.

Facebook Comments
ADVERTISEMENT