Home Mimbar Ide Jangan Lucu Deh, Nanti jadi Badut

Jangan Lucu Deh, Nanti jadi Badut

0
Khaerul Ummah
Advertisement

Oleh : Khaerul Ummah*

Empat minggu lalu, Prabu Yudianto menulis di laman mojok.co, judulnya Lucunya Orang Kota yang Ingin Hidup Primitif karena Dikira Mudah dan Bahagia. Ya, memang lucu sih… 

Orang kota memang lucu-lucu, imut juga sih… apalagi kalau menganggap hidup di desa itu sederhana dan sangat bahagia. Padahal, orang desa ke kota karena tertekan hidup di desa, mungkin juga karena tidak bahagia. 

Sehingga anggapan orang desa sederhana nan bahagia hanya khayalan orang-orang kota. Kan mengherankan, orang desa ke kota untuk mengubah kehidupan yang lebih terjamin dianggap sederhana nan bahagia. Lucu deh… 

Lucunya lagi, masyarakat kota membayangkan ingin mejalani kehidupan yang rural dan primitif hanya memandang keindahan alam di pedesaan namun tidak membayangkan kurasan keringat mengerjakan lahan, belum lagi tekanan memikirkan tentang bagaimana bisa mendapatkan makan esok harinya. Ya… Sama di kota juga. 

Masyarakat pedesaan bukan berarti terbebas dari stress. Hidup di desa tidak bisa instan loh… Seperti membeli mie instan, makan dengan sajian yang cepat, lalu baring di kamar kost. Di desa semuanya serba diolah dulu. Apa mau, saat ingin makan mie harus tanam dulu pirangnya?

Di desa hidup sangat bergantung pada sumber daya alam, belum lagi pengolahan dan penyajiannya yang tidak simsalabim. 

Ya… Terima kasih kanda prabu. Ets… Prabu Yudianto, dirimu membuka mata masyarakat kota yang melihat kami ini seperti anak kecil yang mau naik odong-odong, sederhana untuk bahagia. 

Tapi, bisa juga mereka coba buat hidup di desa. Siapa tahu bisa jadi badut yang lucu nan menggemeskan. Imut lagi.  Jika ingin coba, saya siap ajari bertani dengan skala kecil. Tapi, harus banting stir dulu sebelum banting tulang agar tidak kabur kembali ke kota. Kami butuh hiburan juga soalnya. Lumayan ada yang lucu-lucu kayak gini.  

*) penulis adalah pengurus IPM Pangkep

Facebook Comments
ADVERTISEMENT