Oleh : Khairunniswah Rahmat, S.K.M
(Mahasiswa Pascasarjana UIN Alauddin Makassar)
Selasatu puskesmas yang ada di Kolaka Utara berhasil meraih perestasi melalui inovasi bertajuk Banting Pasukan (Berantas Stunting dengan Pijat Nafsu Makan), Inovasi ini sebelumnya belum pernah di terapkan di Puskesmas yang ada diKolaka Utara.
Melalui inovasi bertajuk Banting Pasukan (Berantas Stunting dengan Pijat Nafsu Makan), Kepala UPTD Puskesmas Katoi Periode 2025 -2026 Bd. Pratiwi, S.ST., M.Tr.Keb, dianugerahi penghargaan Kinerja Terbaik kategori “Puskesmas of The Year” dalam program pencegahan dan percepatan penurunan stunting oleh Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara.
Pemberian penghargaan tersebut didasarkan pada keberhasilan Puskesmas Katoi dalam menciptakan inovasi berbasis pelayanan kesehatan masyarakat yang mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap upaya pencegahan dan percepatan penurunan angka stunting di wilayah kerja puskesmas.
Stunting masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang memerlukan penanganan serius. Dalam upaya mendukung percepatan penurunan stunting, inovasi Banting Pasukan dikembangkan sebagai intervensi kesehatan untuk mengatasi rendahnya nafsu makan pada balita yang berkontribusi terhadap ketidakcukupan asupan gizi dan gangguan pertumbuhan.
Program ini mengembangkan pendekatan promotif dan preventif melalui metode pijat nafsu makan sebagai intervensi kesehatan berbasis keluarga yang aman, mudah diterapkan, dan dapat dilakukan secara mandiri oleh orang tua setelah mendapatkan pendampingan edukatif dari tenaga kesehatan.
Pendekatan program ini sejalan dengan Theory of Planned Behavior yang dikembangkan oleh Icek Ajzen. Dalam teori tersebut, perilaku seseorang dipengaruhi oleh tiga komponen utama, yaitu sikap terhadap perilaku (attitude), norma subjektif (subjective norm), dan persepsi kontrol perilaku (perceived behavioral control).
Inovasi Banting Pasukan merupakan wujud komitmen tenaga kesehatan dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat, khususnya pada balita dengan masalah asupan gizi rendah dan risiko stunting tinggi. Program ini dikembangkan sebagai bentuk intervensi kesehatan berbasis masyarakat yang mengedepankan pendekatan sederhana, aplikatif, dan berdampak dalam mendukung optimalisasi pertumbuhan dan perkembangan anak. Implementasi inovasi ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan kesehatan fisik balita, tetapi juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif keluarga dalam proses pemantauan tumbuh kembang anak secara berkelanjutan. Melalui pendekatan tersebut, keluarga didorong untuk memiliki kemandirian dalam menjaga kesehatan anak, sekaligus memperkuat hubungan emosional serta interaksi positif antara ibu dan anak dalam proses pengasuhan dan pemeliharaan kesehatan.
Lebih lanjut, Banting Pasukan dirancang bukan hanya sebagai program intervensi jangka pendek, melainkan sebagai gerakan kolektif yang dibangun melalui edukasi berkelanjutan kepada ibu balita, kader kesehatan, dan masyarakat. Edukasi tersebut bertujuan membentuk kesadaran, pengetahuan, dan perilaku kesehatan yang mendukung pencegahan stunting secara mandiri dan berkesinambungan. Dalam pelaksanaannya, program ini juga didukung melalui monitoring dan evaluasi berkala bersama para pemangku kepentingan guna memastikan efektivitas, keberlanjutan, serta pengembangan inovasi sesuai kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, Banting Pasukan menunjukkan bahwa inovasi pelayanan kesehatan tidak harus bersifat kompleks, melainkan perlu tepat guna, mudah diterapkan, dan mampu memberikan manfaat nyata dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya pada balita.
Inovasi Banting Pasukan (Berantas Stunting dengan Pijat Nafsu Makan) merupakan bentuk inovasi pelayanan kesehatan berbasis masyarakat yang berkontribusi dalam upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting pada balita melalui pendekatan promotif dan preventif yang sederhana, aman, dan mudah diterapkan oleh keluarga. Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kesehatan fisik dan status gizi anak, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif keluarga dalam pemantauan tumbuh kembang balita sehingga tercipta kemandirian keluarga dalam menjaga kesehatan anak serta hubungan emosional yang positif antara ibu dan anak. Pendekatan program yang sejalan dengan Theory of Planned Behavior menunjukkan bahwa perubahan perilaku kesehatan masyarakat dapat dibangun melalui pembentukan sikap positif, dukungan sosial, dan persepsi kemampuan dalam melakukan tindakan pencegahan stunting. Dengan dukungan edukasi berkelanjutan, monitoring, dan evaluasi bersama para pemangku kepentingan, Banting Pasukan diharapkan mampu menjadi model inovasi pelayanan kesehatan yang tepat guna, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya pada balita.









































