Beranda Lensa Membangun Integritas Melalui Keterampilan Digital

Membangun Integritas Melalui Keterampilan Digital

0

Matakita.co, Bombana – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” kembali diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo. Kali ini pelaksanaan secara virtual diadakan di Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi, pada 20 September 2021, dengan tema “Mencegah, Menghadapi, dan Melawan Perundungan Digital”. Kolaborasi ketiga lembaga tersebut dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Kegiatan ini diikuti oleh 426 peserta dari berbagai kalangan umur dan profesi.

Program kali ini dipandu Daniel Hery selaku moderator dengan menghadirkan empat pembicara yang terdiri dari Ica Wulansari selaku Dosen dan Pendiri Pojok Sosial Ekologi; Indah Arifah Febriany selaku Founder the Emotional Human Reaction in Reflecting Incident; Defriatno Neke selaku Jurnalis Kompas TV; dan Metha Margaretha selaku Presenter dan Penyiar Radio. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi diselenggarakan dengan menargetkan 57.550 peserta.

Acara dibuka dengan sambutan penuh semangat dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengenai pentingnya literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” tutur Presiden.

Advertisement

Pemateri pertama adalah Ica Wulansari dengan tema “Keterampilan Digital dan Pembelajaran Digital”. Pada sesinya, Ica menuturkan mengenai pentingnya menguasai keterampilan digital untuk membangun banyak hal, dua di antaranya adalah membangun integritas terhadap informasi maupun wacana yang disebarkan kepada publik yang dapat dipertanggungjawabkan, serta membangun citra diri sendiri di mata publik.

Selanjutnya, sesi dilanjutkan oleh Defriatno Neke yang membawakan tema “Upaya Mencegah, Mendeteksi, dan Menyikapi Cyberbullying”. Ia memaparkan beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah perundungan siber, yaitu mengatur frekuensi mengunggah konten yang sewajarnya, menghindari mengunggah konten yang aneh, memilih teman-teman di sosial media, dan tidak asal berceloteh di sosial media. “Sebaiknya kita tahu mana konten yang bisa diceritakan di sosial media dan mana konten yang tidak baik kita unggah di sosial media”, ucapnya.

Indah Arifah Febriany selaku pemateri ketiga membawakan tema “Literasi Digital: Bagi Tenaga Pendidik dan Anak Didik di Era Digital”. Menurut dia, salah satu kendala besar yang dihadapi dalam sistem pembelajaran digital adalah kesulitan yang dialami pendidik dalam melakukan komunikasi dengan orang tua sebagai pendamping peserta didik di rumah. “Kadang-kadang mereka hanya menggunakan grup WA (untuk) melemparkan materi pelajaran hari ini lalu guru mengunci grup, jadi orangtua murid tidak bisa menyampaikan apa kendala hari ini dan apa yang diharapkan dari sharing materi tadi”, kata Indah.

Pemberian materi diakhiri Metha Margaretha dengan tema “Apa itu Cyberbullying?”. Metha menjelaskan bahwa perundungan berbeda dengan bercanda karena memberikan rasa tidak nyaman pada korbannya, bersifat merendahkan dan menghina, serta memojokan pihak yang dijadikan sebagai objek candaan.

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Salah satu pertanyaan menarik datang dari peserta bernama Hermanurung yang menanyakan bagaimana tenaga pendidik di Indonesia dapat memberikan contoh yang baik dalam hal dunia digital sedangkan tingkat pemahaman mereka masih dibilang minim. Indah menjawab bahwa bukan masalah bagi tenaga pendidik untuk bertanya ke anak didiknya apabila masih ada hal yang belum diketahui di dunia digital. “Gali kompetensi siswa jadi tenaga pendidik dapat mengembangkan diri sesuai kebutuhan siswa”, ucapnya.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan  materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi. (*/Rp)

Facebook Comments
ADVERTISEMENT