Beranda Mimbar Ide Peran Guru Dalam Membangun Kembali Semangat Belajar Peserta Didik Pasca Pandemi.

Peran Guru Dalam Membangun Kembali Semangat Belajar Peserta Didik Pasca Pandemi.

0

Oleh : Faisal Hidayat,S.S.,S.Pd

Pendidikan adalah sebuah jalan atau akses menuju perkembangan pengetahuan manusia menjadi lebih dewasa dalam bersikap dikehidupan bermasyarakat. Olehnya itu, pendidikan sudah layak disebut kebutuhan mendasar yang harus dimiliki oleh setiap manusia, sebab manusia yang berpendidikan tentu akan menjalankan kehidupannya sesuai dengan norma-norma yang berlaku. Merujuk kepada UU Nomor  20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spriritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.

Dari penjabaran semua diatas dapat kita simpulkan bahwa pendidikan adalah usaha manusia untuk mengembangkan potensi yang dimiliki sehingga dapat berguna dikehidupannya. Maka, untuk mencapai semua itu harus dilaksanakan dengan terencana dengan baik oleh Pemerintah, Guru, maupun dari peserta didiknya sendiri.

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut tentang Sistem pendidikan di Indonesia. Saat ini telah banyak mengalami perubahan sejak pandemi covid 19 melanda negeri. Salah satu dampak yang ditimbulkan dan dirasakan oleh guru dan peserta didik saat itu adalah akselerasi pendidikan dibidang Teknologi Informasi dan Komunikasi, akibatnya guru dan peserta didik diharuskan menggunakan internet dalam proses belajar mengajar. Pada akhirnya Guru dituntut untuk kreatif dan inovatif dalam memberikan materi dan konten pembelajaran pada peserta didik yang melakukan proses pembelajaran jarak jauh. Kondisi tersebut harus diterima dengan lapang dada dengan mengajar tidak bertatap muka langsung bersama peserta didik. Olehnya itu, selama dua tahun pembelajaran berlangsung, hubungan emosional guru dan peserta didik kurang terjalin disebabkan oleh interaksi langsung tidak pernah terwujud, melainkan hanya interaksi didunia maya.

Dampak dari hal tersebutlah sehingga membuat gaya dan semangat belajar peserta didik perlahan berubah. Peserta didik yang dulunya semangat datang ke sekolah untuk mengikuti pembelajaran pada akhirnya hanya bisa duduk didepan layar. Kondisi itu membuat peserta didik bosan serta membuat tidak semangat belajar. Seperti contoh saat dilaksanakan google meet, peserta didik nampak hadir didalam meeting, tetapi gambar pada layar dimatikan, sehingga ketika nama peserta didik tersebut dipanggil ia tidak menyahut, yang  menandakan bahwa ia meninggalkan meeting tersebut dengan mengelabui guru dengan cara membiarkan akun tetap aktif.

Semangat belajar peserta didik yang merosot akhirnya berdampak pada prestasi belajar. Hal tersebut tampak pada saat dilakukan tes sumatif dan formatif disekolah, banyak dari nilai peserta didik tidak memenuhi kriteria ketuntasan belajar, bahkan yang dulunya berprestasi kini nilainya jauh terjun. Semua itu menjadi pekerjaan rumah setelah pandemi melanda.

Selain itu, dua tahun penerapan belajar jaral jauh. Kontrol orang tua pada anaknya sangat kurang, sehingga ketika mereka (orang tua peserta didik) memberikan fasilitas gawai pada peserta didik untuk mendukung proses belajar, para peserta didik justru menggunakan gawai tersebut untuk keperluan lain seperti : bermain game online, nonton youtube, buat konten unfaedah, bahkan lebih parahnya lagi ada yang memanfaatkan gawainya untuk bermain judi online. Hal tersebut tentu sangat tidak diharapkan oleh para pendidik yakni Guru, bahkan Pemerintah maupun kalangan pemerhati Pendidikan. Bisa dibayangkan jika generasi milenial yang diharapkan untuk melanjutkan perjuangan kelak nanti, terjerumus kepada hal-hal yang negatif dan tidak sesuai dengan norma-norma yang berlaku di Negara kita.

Kesemua fitur hiburan dan permainan yang ada pada gawai tersebut, pada akhirnya mengalihkan perhatian peserta didik dari tujuan awal belajar menuju jurang terjal kemerosotan bangsa. Olehnya itu, disinilah diharapkan peran serta semua pihak untuk mendukung agar pendidikan dikembalikan sesuai dengan roh nya, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa.

Tantangan inilah harus dijawab bersama-sama dengan lebih elegan, agar kondisi pasca pandemi yang menurunkan minat belajar peserta didik bisa kembali semangat saat sediakala. Guru dituntut berperan lebih, agar dalam penerapan model pembelajaran inovatif dan menyenangkan dalam kelas bisa membuat minat belajar peserta didik kembali. Seperti salah satu caranya adalah memodifikasi model pembelajaran yang konvensional menjadi pembelajaran yang lebih menyenangkan sesuai kondisi jiwa peserta didik zaman sekarang.

Jika melihat gaya belajarnya, peserta didik saat ini sangat sulit berpisah dengan kemajuan tekonologi yang menyuguhkan berbagai macam platform dan aplikasi yang menyenangkan. Olehnya itu, sebagai guru sudah sepantasnya harus mampu berakselerasi dengan zaman, maka pengintegrasian media Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam proses belajar mengajar dikelas sudah menjadi sebuah keharusan untuk tercipta kondisi belajar yang menyenangkan. Seperti contoh, saat pembelajaran Bahasa atau Seni Budaya, sebaiknya guru terlebih dahulu menyuguhkan konten video pembelajaran yang menarik sebelum masuk kepada penjelasan dan refleksi, misal video tarian, musik, atau teater, agar otak siswa bisa nyaman dengan kondisi seperti itu. Selain itu, guru juga diharapkan mampu memadukannya dengan penggunakan media permainan yang menyenangkan, misalnya mengadopsi permainan ular tangga untuk menjelaskan materi tentang materi sejarah yang dituangkan pada tiap tiap kotak dalam permainan tersebut.

Ada banyak cara dan model yang bisa dilakukan dalam menerapkan model model pembelajaran, hal ini tergantung dari kreatifitas masing masing guru. Olehnya itu, sebagai guru yang bijak. Sudah sepatutnya memegang prinsip bahwa manusia itu adalah pembelajar sepanjang hayat, yang maksud dari kalimat tersebut adalah meskipun kamu adalah seorang guru, tetap tak boleh berhenti untuk belajar, sebab guru adalah manusia yang setiap saat pengetahuannya harus update dengan zaman. Maka untuk menjaga kualitas dari Guru,  sudah seyogyanya guru belajar terus menerus, salah satu caranya adalah dengan aktif mengikuti MGMP, atau aktif mengikuti webinar-webinar yang berseliweran di media sosial. Tentu dengan harapan, dalam keikutsertaan tersebut bisa mendapatkan ilmu baru dalam penerapan model belajar bagi siswa pasca pandemi.

Hal yang perlu dilakukan agar minat belajar peserta didik bisa kembali normal adalah Guru sebaiknya membangun komunikasi yang baik dengan siswa, juga membangun komunikasi yang baik dengan orang tua siswa untuk terlibat dalam memantau perkembangan siswa dikelas, selain itu, dalam menerapkan model pembelajaran dikelas sebaiknya lebih inovatif juga kreatif, dan terakhir adalah mengintegrasikan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar. Beberapa hal tersebut jika dilaksanakan akan berdampak pada pandangan siswa dalam belajar. Hal tersebut bisa menjadi pemicu untuk kembali bersemangat didalam kelas.

Sebagai penutup dari tulisan ini, penulis mengutip pepatah yang mengatakan bahwa “tuntutlah ilmu dari buaian sampai liang lahat”, intinya adalah jangan pernah kenyang akan ilmu, tetaplah merasa haus dan butuh akan ilmu, teruslah belajar dan berkarya. Guru yang hebat adalah guru yang tak pernah berhenti belajar dan berbagi ilmu, karena ilmu yang dibagikan adalah bagian dari pahala jariah. Sekian, Billahfisabililhaq Fastabiqulkhoirat, Wassalamualaikum wr wb.

*Penulis adalah Guru di UPT SPF SMP Negeri 9 Makassar.

Facebook Comments
ADVERTISEMENT