MataKita.co, Pangkep — Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Srikandi PT Semen Tonasa berkolaborasi dengan Srikandi SIG menggelar talkshow bertajuk “Kartini Who Rises Beyond the Glass Ceiling”. Rabu, (22/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung secara hybrid dari Auditorium Kantor Pusat PT Semen Tonasa itu dibuka langsung oleh Direktur Utama PT Semen Tonasa, Anis. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa peran perempuan di dunia industri kini semakin strategis dan tidak dapat dipandang sebelah mata.
Menurut Anis, semangat Raden Ajeng Kartini bukan hanya simbol emansipasi, tetapi juga representasi keberanian perempuan dalam membawa perubahan melalui pemikiran dan karya.
“Kartini adalah sosok yang beyond, melampaui batas-batas zamannya. Ia menginspirasi perubahan melalui pemikiran dan tulisan. Semangat inilah yang diharapkan dapat diteladani oleh Srikandi SIG,” ujarnya.
Ia menambahkan, perempuan memiliki peran penting tidak hanya di lingkungan kerja, tetapi juga dalam membangun fondasi keluarga yang harmonis dan sejahtera.
“Srikandi diharapkan mampu mengambil peran strategis, baik di lingkungan kerja maupun di rumah, dalam mendorong terciptanya keluarga yang harmonis dan sejahtera,” lanjutnya.
Anis juga berharap keberadaan Srikandi tidak hanya menjadi wadah perkumpulan, tetapi mampu menjadi ruang yang aktif dan berdampak bagi pengembangan kapasitas perempuan.
“Harapannya, Srikandi bukan hanya sekadar perkumpulan, tetapi menjadi ruang penggerak strategi bagi para perempuan untuk terus bertumbuh, belajar, dan saling menguatkan. Di dalamnya ada semangat kolaborasi, peningkatan kapasitas, serta dorongan untuk memberikan kontribusi nyata bagi perusahaan dan lingkungan sekitar,” katanya.
Ia menegaskan bahwa perempuan saat ini telah menjadi penggerak utama dalam berbagai lini bisnis. Karena itu, PT Semen Tonasa berkomitmen membuka ruang dan kesempatan yang setara bagi perempuan untuk berkembang dan memimpin.
Talkshow tersebut menghadirkan tiga narasumber perempuan inspiratif, yakni Fauziah Zulfitri, Sulaiha Muhyiddin selaku Direktur Keuangan, Manajemen Risiko dan Umum PT Semen Tonasa, serta Reni Wulandari.
Dalam sesi diskusi, Fauziah Zulfitri menyoroti pentingnya pola pikir dan keberanian perempuan untuk keluar dari batasan sosial yang sering kali menghambat pengembangan diri.
“Glass ceiling itu bukan hanya soal sistem, tetapi juga soal mindset. Perempuan harus berani bermimpi besar, mengambil peran strategis, dan tidak ragu menunjukkan kapasitasnya,” ungkapnya.
Sementara itu, Sulaiha Muhyiddin menekankan pentingnya kompetensi dan kesiapan perempuan dalam menghadapi tantangan dunia kerja.
“Perempuan harus berani mengambil peluang dan terus meningkatkan kapasitas diri. Kunci untuk menembus batas bukan hanya pada kesempatan, tetapi juga kesiapan kita untuk menjawab tantangan tersebut,” ujarnya.
Di sisi lain, Reni Wulandari menyoroti pentingnya dukungan lingkungan kerja yang inklusif bagi perempuan.
“Perusahaan memiliki peran besar dalam menciptakan ekosistem yang mendukung perempuan untuk tumbuh. Ketika kesempatan diberikan secara adil, perempuan mampu menunjukkan kinerja yang luar biasa,” tuturnya.
Mengangkat tema pemberdayaan perempuan, talkshow ini membahas peran “Kartini masa kini” dalam mendobrak glass ceiling, khususnya di dunia industri. Para narasumber turut berbagi pengalaman perjalanan karier, tantangan, serta strategi membangun kepemimpinan yang inklusif dan berdaya saing.
Untuk menambah semarak acara, peserta yang hadir secara langsung diwajibkan mengenakan kebaya atau kain wastra nusantara. Panitia juga menyiapkan berbagai doorprize menarik, termasuk penghargaan bagi peserta dengan dresscode terbaik dan peserta paling interaktif, baik secara offline maupun online.
Kolaborasi Srikandi PT Semen Tonasa dan Srikandi SIG ini menjadi bentuk nyata komitmen perusahaan dalam mendorong kesetaraan gender serta memperkuat peran perempuan dalam kepemimpinan di lingkungan BUMN.








































