Matakita.co, Maros — Di tengah meningkatnya ancaman perubahan iklim, kerusakan hutan, dan degradasi lingkungan, sekelompok anak muda di Sulawesi Selatan memilih mengambil peran melalui pendidikan lingkungan dan aksi nyata di lapangan. Langkah itu diwujudkan melalui program TERRA Youth Leader 2026 yang digelar oleh Terra Future Indonesia.
Program yang berlangsung pada 24–26 April 2026 di KHDTK Tabo-Tabo tersebut diikuti 50 pemuda dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan. Selama tiga hari, peserta mendapatkan pelatihan intensif mengenai keterkaitan tanah, pangan, hutan, dan masa depan keberlanjutan lingkungan.
Founder Terra Future Indonesia, Lia Asmira, mengatakan bahwa isu lingkungan perlu didekati dengan cara yang lebih dekat dan relevan dengan generasi muda.
“Perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil yang dilakukan anak muda di komunitasnya masing-masing. Karena itu, kami ingin menghadirkan ruang belajar yang bukan hanya memberi pengetahuan, tetapi juga pengalaman langsung di alam,” ujarnya.
Ketua Umum Terra Future Indonesia, Muhammad Syaenaldi SR, menambahkan bahwa TERRA Youth Leader 2026 merupakan bagian dari upaya membangun gerakan pemuda yang lebih aktif dalam menjaga lingkungan dan mendorong keberlanjutan kehidupan masyarakat.
Menurut dia, generasi muda memiliki posisi penting dalam menghadapi tantangan krisis iklim di masa depan. Karena itu, diperlukan ruang kolaborasi yang mampu mempertemukan pengetahuan, kepedulian, dan aksi nyata.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mengikuti berbagai aktivitas berbasis pengalaman lapangan, mulai dari eco-walk, penanaman pohon, observasi keanekaragaman hayati, hingga penyusunan proyek aksi lingkungan yang akan dijalankan setelah program selesai.
Tidak hanya berfokus pada edukasi, program ini juga mendorong peserta membangun jejaring kolaborasi lintas daerah agar gerakan kepedulian lingkungan dapat tumbuh dari komunitas masing-masing.
Melalui TERRA Youth Leader 2026, Terra Future Indonesia berharap lahir generasi muda yang memiliki kesadaran ekologis, kemampuan kolaboratif, serta semangat membangun masa depan berkelanjutan dimulai dari daerahnya sendiri.









































