Beranda Ekologi Bersama Petani, SHI Hadirkan Gerakan Mandiri Pangan di Sinjai

Bersama Petani, SHI Hadirkan Gerakan Mandiri Pangan di Sinjai

0

Matakita.co, Sinjai – Sarekat Hijau Indonesia (SHI) Kabupaten Sinjai resmi menghadirkan gerakan “Mandiri Pangan: Kebun Produktif Berbasis Kearifan Lokal”, sebuah inisiatif strategis yang berfokus pada pengutan pangan lokal, peningkatan kapasitas petani, serta pembangunan sistem pertanian berkelanjutan berbasis desa.

Program ini berlangsung selama lima bulan, mulai November 2025 hingga Maret 2026, mencakup seluruh tahapan produksi pertanian, mulai dari pembajakan lahan, penanaman, hingga panen. 

Peluncuran gerakan ini berangkat dari kegelisahan atas tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor pangan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Pertanian mencatat, sepanjang semester I tahun 2021, nilai impor pangan nasional mencapai US$ 6,13 miliar. Pada sektor peternakan, Indonesia juga masih mengimpor sekitar 500 ribu ekor sapi serta 185 ribu ton daging.

Kondisi tersebut dinilai ironis, mengingat desa-desa di Indonesia masih menggantungkan hidup pada sektor pertanian dan peternakan sebagai sumber utama perekonomian masyarakat.

Ketua SHI Sinjai, Andi Hendra Dimansa, menegaskan bahwa realitas tersebut menjadi alasan kuat bagi SHI untuk hadir sebagai motor penggerak kemandirian pangan di desa.

“Kemandirian pangan adalah jalan menuju kesejahteraan petani. Ketika petani mampu memproduksi pangan sendiri secara berkelanjutan, desa tidak lagi hanya menjadi konsumen, tetapi menjadi penentu masa depannya sendiri,” ujar Andi Hendra Dimansa kepada matakita.co (12/1/2026)

Ia menambahkan, selama ini petani kerap terjebak dalam ketergantungan terhadap input pertanian dari luar, seperti benih dan pupuk kimia, yang berdampak pada tingginya biaya produksi.

“Melalui kebun produktif berbasis kearifan lokal ini, kami mendorong petani memanfaatkan sumber daya yang sudah ada di sekitar mereka. Pupuk kompos dari ternak sendiri, benih lokal, dan pengetahuan turun-temurun adalah kekuatan yang sering kali diabaikan,” jelasnya.

Dalam agenda penanaman, SHI Sinjai bersama petani mitra mengembangkan berbagai komoditas pangan lokal, mulai dari pare, jagung, pepaya, padi, pisang, semangka, hingga lombok. Seluruh kegiatan dilakukan di lahan milik petani yang menjalin kerja sama dengan SHI.

Selain sebagai lahan produksi, kebun tersebut juga difungsikan sebagai laboratorium bersama untuk pengembangan teknik budidaya yang lebih produktif dan ramah lingkungan. Gerakan ini mengedepankan prinsip pertanian berbasis ekologi, termasuk penggunaan pupuk kompos hasil olahan kotoran ternak milik petani.

Menurut Andi Hendra, pendekatan ekologis tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan hasil panen, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan dan kesehatan tanah dalam jangka panjang.

“Kami ingin petani tidak hanya panen hari ini, tetapi juga tetap bisa menanam untuk generasi berikutnya. Pertanian yang merusak tanah justru akan memiskinkan petani di masa depan,” tegasnya.

Selama program berlangsung, SHI Sinjai juga akan menggelar diskusi rutin, pertemuan petani, serta kampanye kreatif melalui konten digital untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pertanian ekologis dan kemandirian pangan.

Adapun tujuan khusus kegiatan ini meliputi penguatan solidaritas antarpelaku pertanian, peningkatan kualitas gizi masyarakat melalui konsumsi pangan lokal, serta peningkatan ekonomi petani melalui produktivitas yang lebih baik.

Melalui gerakan Mandiri Pangan ini, SHI Sinjai berharap dapat melahirkan kader-kader petani mandiri sekaligus memperluas jejaring petani mitra. Program ini juga diharapkan menjadi model yang dapat direplikasi di daerah lain untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan nasional.

“Jika desa kuat secara pangan, maka ketahanan pangan nasional juga akan kuat. Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil di tingkat lokal,” pungkas Andi Hendra Dimansa.

sementara itu ketua PW SHI Sulsel, Rizal Pauzi mengapresiasi gerakan yang dilakukan pengurus kabupaten Sinjai.

“Kami mengapresiasi gerakan yang di lakukan pengurus SHI di kabupaten Sinjai. semoga gerakan ini bisa berkelanjutan dan juga dilakukan di kabupaten lainnya” jelasnya. 

Rizal menambahkan, kita berharap SHI bisa hadir ditengah masyarakat untuk menggerakkan ke hal positif. tentu juga mengedukasi pentingnya ketahanan pangan dan juga keadilan ekologi. jangan sampai kita menjadi bagian dari perusak lingkungan.

Facebook Comments Box
ADVERTISEMENT