Beranda Lensa Pelatihan MPI Muhammadiyah Sulsel, Sakinah Fitrianti Tekankan Pentingnya Keamanan Siber

Pelatihan MPI Muhammadiyah Sulsel, Sakinah Fitrianti Tekankan Pentingnya Keamanan Siber

0
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pangkep, Sakinah Fitrianti (kiri)

Matakita.co, Makassar — Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pangkep, Sakinah Fitrianti, menekankan pentingnya penguatan keamanan siber (cyber security) di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Hal tersebut disampaikan saat menjadi narasumber dalam Pelatihan Manajemen Reputasi Digital yang digelar Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan, Sabtu (2/5/2026).

Menurut Sakinah, keamanan informasi digital menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap teknologi.

“Keamanan informasi digital adalah fondasi kepercayaan masyarakat terhadap teknologi. Tanpa keamanan yang memadai, seluruh ekosistem digital dapat runtuh,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa keamanan digital tidak hanya berkaitan dengan perangkat keras dan perangkat lunak, tetapi juga menyangkut kesadaran pengguna dalam menjaga kerahasiaan data.

“Keamanan digital bukan hanya soal perangkat, tetapi juga manajemen risiko, pelatihan, dan kesadaran setiap individu,” katanya.

Sakinah menegaskan, di era disrupsi digital saat ini, ancaman siber semakin kompleks dan tidak lagi menyasar kelompok tertentu.

“Siapa pun yang terhubung ke internet berpotensi menjadi target. Karena itu, keamanan siber bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendasar,” jelasnya.

Ia juga menyoroti munculnya ancaman baru seiring perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), yang dimanfaatkan dalam berbagai bentuk serangan seperti phishing, malware, hingga ransomware.

Dalam pemaparannya, Sakinah menjelaskan tiga pilar utama keamanan digital, yaitu keamanan jaringan, keamanan perangkat lunak dan keamanan data. Ketiga aspek tersebut dinilai penting dalam melindungi informasi dari potensi penyalahgunaan dan serangan siber.

Selain itu, ia mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap risiko digital yang kerap terjadi, seperti pencurian data, peretasan akun, hingga penipuan berbasis digital.

“Banyak kasus bermula dari kelalaian sederhana, seperti membagikan kode OTP atau menggunakan kata sandi yang lemah,” tuturnya.

Sakinah yang juga merupakan jurnalis Harian Fajar dan doktor Ilmu Komunikasi dan Dakwah UIN Alauddin Makassar itu berharap pelatihan ini mampu meningkatkan literasi digital masyarakat sekaligus membangun budaya digital yang aman dan bertanggung jawab.

Facebook Comments Box
ADVERTISEMENT