Matakita.co, Makassar- Menjadi caregiver bagi anak dengan penyakit kronis merupakan perjalanan panjang yang tidak hanya membutuhkan kekuatan fisik, tetapi juga dukungan emosional dan sosial.
Kebutuhan tersebut mendorong Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) “Mama, You Matter” Universitas Hasanuddin (Unhas) membangun wadah dukungan bagi caregiver melalui seminar dan diseminasi yang digelar di Aula Student Center Fakultas Kedokteran Unhas, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (9/8/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Menguat, Menggema, Taklukkan Semesta” itu menjadi bagian dari rangkaian akhir program sekaligus momentum untuk memperluas jejaring dukungan bagi caregiver di berbagai daerah.
Tim “Mama, You Matter” memandang caregiver tidak seharusnya menjalani proses pendampingan anak seorang diri. Dalam kondisi tertentu, ibu yang mendampingi anak dengan kebutuhan perawatan jangka panjang menghadapi berbagai tantangan, mulai dari tuntutan perawatan, beban emosional, perubahan aktivitas sehari-hari, hingga kebutuhan terhadap informasi dan dukungan sosial.
Karena itu, wadah dukungan dinilai penting untuk menjadi ruang bagi caregiver saling mendengarkan, berbagi pengalaman, bertukar pengetahuan, memberikan penguatan, serta memperoleh informasi mengenai berbagai sumber layanan yang dapat diakses.
Seminar dan diseminasi tersebut mempertemukan tim “Mama, You Matter” dengan mitra Rumah Harapan Indonesia (RHI) Makassar, caregiver dan anak dampingan, serta sejumlah komunitas pemerhati ibu dan anak di Kota Makassar.
Komunitas yang hadir antara lain Persatuan Orang Tua Anak Autis Makassar (POAAM), Komunitas Orang dengan Sindroma Down (KOADS), dan Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) Cabang Makassar.
Jejaring dukungan juga diperluas dengan keterlibatan Rumah Harapan Indonesia dari Bandung, Bali, Semarang, dan Jakarta yang mengikuti kegiatan secara daring.
Keterlibatan lintas wilayah tersebut diharapkan menjadi awal terbentuknya koneksi antarkomunitas sehingga dukungan bagi caregiver tidak berhenti pada satu komunitas maupun satu daerah.
Melalui pertemuan tersebut, para caregiver dari berbagai latar belakang dapat saling mengenal dan menemukan kesamaan pengalaman. Hubungan yang terbentuk diharapkan berkembang menjadi ruang berkelanjutan untuk berbagi cerita, informasi, pengalaman, sekaligus akses terhadap dukungan yang dibutuhkan.
Tim “Mama, You Matter” juga menempatkan caregiver bukan hanya sebagai penerima bantuan, tetapi sebagai bagian aktif dari sistem dukungan.
Pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki seorang caregiver dinilai dapat menjadi sumber pembelajaran bagi caregiver lainnya. Begitu pula informasi maupun sumber daya yang tersedia di suatu komunitas dapat diteruskan kepada komunitas lain yang membutuhkan.
Ketua Tim Pelaksana “Mama, You Matter” mengatakan, menghadirkan ruang bagi caregiver untuk saling terhubung merupakan bagian dari upaya membangun dukungan yang lebih kuat.
“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh ibu yang berperan sebagai caregiver. Banyak hal yang ibu lalui, banyak hal yang ibu korbankan demi kesembuhan anak tercinta,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang bagi para caregiver untuk berbagi pengalaman dan saling menguatkan.
“Saya sangat yakin bahwa melalui hal tersebut, para ibu bisa menjadi lebih kuat dan tangguh ke depannya. Harapan saya di kegiatan ini adalah semoga para ibu bisa berbagi cerita dengan sesama caregiver yang hadir, sehingga para ibu tidak lagi merasa sendirian menghadapi kondisi ini,” lanjutnya.
Upaya tersebut mendapat apresiasi dari A. Asni, S.Sos., selaku Koordinator Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sulawesi Selatan.
Menurut Asni, inisiatif mahasiswa Unhas dalam menghadirkan ruang dukungan bagi para ibu merupakan langkah positif untuk membantu keluarga menghadapi kondisi anak yang membutuhkan pendampingan jangka panjang.
“Kami sangat menyambut hangat dan bangga kepada adik-adik pelaksana PKM Universitas Hasanuddin yang telah memberikan wadah bagi para ibu untuk terus bertahan dalam menghadapi kondisi anaknya,” ujar Asni.
PUSPAGA Sulawesi Selatan, lanjut dia, juga membuka peluang bagi para ibu yang membutuhkan pendampingan lebih lanjut untuk memperoleh layanan melalui PUSPAGA.
Keterlibatan komunitas, lembaga, dan caregiver dari sejumlah wilayah menjadi fondasi awal bagi “Mama, You Matter” untuk membangun ekosistem dukungan yang lebih luas.
Ekosistem tersebut diharapkan tidak hanya memberikan dukungan emosional, tetapi juga menjadi ruang pertukaran informasi, pengetahuan, dan pengalaman, sekaligus membuka akses terhadap layanan yang relevan dengan kebutuhan caregiver.
Ke depan, jejaring yang telah dibangun melalui “Mama, You Matter” diharapkan terus berkembang dengan melibatkan lebih banyak caregiver dan komunitas dari berbagai daerah di Indonesia.
Semakin luas koneksi yang terbentuk, semakin besar pula peluang caregiver menemukan dukungan yang sesuai dengan kebutuhannya.
Dengan demikian, seminar dan diseminasi tersebut bukan menjadi akhir dari perjalanan “Mama, You Matter”, melainkan menjadi titik awal untuk menjaga dan mengembangkan ruang dukungan yang telah terbentuk.
Dari Makassar, ruang pertemuan yang dimulai melalui program tersebut diharapkan tumbuh menjadi jejaring yang lebih luas. Sebuah ruang tempat caregiver dapat datang ketika membutuhkan dukungan, berbagi pengalaman, dan hadir bagi caregiver lain yang sedang membutuhkan kekuatan.
Sebab, caregiver tidak hanya membutuhkan kekuatan untuk terus bertahan. Mereka juga membutuhkan ruang untuk beristirahat, bercerita, didengar, dan dikuatkan.
Melalui “Mama, You Matter”, pesan tersebut ingin terus disampaikan: setiap caregiver berhak mendapatkan dukungan dan tidak seharusnya menjalani perjalanan panjang tersebut seorang diri. (**)







































