MataKita.co, Sidrap — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) membuat dan memasang plang nama jalan di Kelurahan Lalebata, Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten Sidenreng Rappang.
Program tersebut dilaksanakan Asman, mahasiswa Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian Unhas. Kegiatan ini merupakan bagian dari program KKN-T Inovasi Desa di bawah bimbingan Aggun Permata Sari, S.Pt., M.Pt.
Pemasangan plang dilakukan untuk memudahkan masyarakat maupun pendatang mengenali lokasi dan jalan di Kelurahan Lalebata. Program ini juga diharapkan mendukung penataan wilayah serta mempermudah pelayanan administrasi di tingkat kelurahan.
Program tersebut berawal dari usulan Lurah Lalebata setelah menerima keluhan warga mengenai minimnya penanda nama jalan di sejumlah lorong. Mahasiswa KKN-T Unhas kemudian menindaklanjuti usulan tersebut dengan mendata lokasi yang membutuhkan plang.
Lurah Lalebata mengapresiasi mahasiswa KKN-T Unhas yang merealisasikan kebutuhan tersebut.
“Program ini bermula dari keluhan warga terkait minimnya penanda jalan di beberapa wilayah kami. Kami kemudian mengusulkan kepada adik-adik mahasiswa KKN Unhas untuk membuat program pemasangan plang nama jalan dan alhamdulillah telah direalisasikan dengan baik oleh mahasiswa KKN Gelombang 116,” ujar Lurah Lalebata.
Ia berharap keberadaan plang tersebut dapat membantu masyarakat dalam mengenali lokasi sekaligus mempermudah akses menuju sejumlah lorong di wilayah Lalebata.
“Kami berterima kasih atas kontribusi nyata ini. Semoga bermanfaat bagi masyarakat Lalebata,” katanya.
Asman mengatakan, pemasangan plang tidak hanya dimaksudkan sebagai penanda fisik jalan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendukung penataan wilayah agar lebih tertib.
“Kami berupaya menjawab langsung keluhan warga yang disampaikan melalui Ibu Lurah, dengan harapan plang ini benar-benar memberi manfaat dalam jangka panjang,” kata Asman.
Pembuatan plang dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari menentukan desain, menyiapkan papan atau pelat besi, tiang dan cat, hingga pemotongan, pengecatan, dan penulisan nama jalan. Plang yang telah selesai kemudian diperiksa sebelum dipasang pada lokasi yang telah ditentukan.
Pemasangan turut melibatkan warga setempat dan direncanakan berlanjut untuk menjangkau lorong-lorong yang belum memiliki penanda nama jalan.
Selain memasang plang secara fisik, mahasiswa KKN-T Unhas juga memperbarui informasi lokasi di Google Maps. Langkah tersebut dilakukan agar informasi wilayah Lalebata tidak hanya tersedia melalui penanda di lapangan, tetapi juga dapat diakses secara digital.
Mahasiswa berharap plang nama jalan yang telah dipasang dapat dirawat Pemerintah Kelurahan Lalebata bersama masyarakat sehingga tetap dapat dimanfaatkan setelah pelaksanaan KKN berakhir.








































