Matakita.co, Makassar – Penguatan kapasitas dan karakter kader organisasi menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan gerakan kemahasiswaan. Berangkat dari semangat tersebut, Lembaga Penelitian Mahasiswa (LPM) Penalaran Universitas Negeri Makassar (UNM) menyelenggarakan Orientasi Manajemen Keorganisasian (OMK) sebagai bagian dari rangkaian PMP-OMK XXIX.
Kegiatan yang berlangsung pada 19–20 Juni 2026 tersebut dilaksanakan di Gedung Lamacca AE, Ruang 104 dan 107 Universitas Negeri Makassar. OMK dirancang sebagai ruang pembelajaran bagi anggota untuk memperkuat kemampuan berorganisasi sekaligus membangun karakter kepemimpinan yang berintegritas.
Berbagai materi disajikan dalam kegiatan tersebut, antara lain etika dan integritas organisasi, manajemen waktu, resiliensi dalam berorganisasi, serta loyalitas dan komitmen organisasi. Seluruh materi dibawakan oleh pemateri yang kompeten dengan pendekatan interaktif sehingga menciptakan suasana belajar yang aktif dan komunikatif.
Ketua Panitia, Ashabul Zikra, mengapresiasi antusiasme peserta dan kerja sama seluruh panitia yang mendukung kelancaran kegiatan selama dua hari pelaksanaan.
“Sebagai Ketua Panitia, saya sangat bangga atas suksesnya Orientasi Manajemen Keorganisasian yang berlangsung selama dua hari ini. Antusiasme luar biasa dari seluruh peserta dalam mengasah jiwa kepemimpinan dan kerja sama tim membuktikan bahwa mereka siap membawa organisasi kita ke arah yang lebih solid. Terima kasih kepada seluruh panitia atas kerja kerasnya, dan saya berharap bekal berharga yang didapatkan para peserta dapat segera diaktualisasikan demi kemajuan bersama,” ujarnya.
Ketua Umum LPM Penalaran UNM, Muhammad Ammar Latif, menilai kegiatan tersebut bukan sekadar agenda kaderisasi, tetapi juga menjadi ruang pembentukan mental dan loyalitas anggota dalam menjalankan tanggung jawab organisasi.
“Kegiatan ini adalah ujian bagi kapasitas dan loyalitas kita. Harapan saya, kita tidak hanya sukses secara administratif, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang lebih tangguh dan semangat di setiap tugas yang kita jalankan,” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pengarahan dari panitia pengarah serta pemberian tugas case in action sebagai bentuk tindak lanjut dari materi yang telah diterima peserta. Melalui tugas tersebut, peserta diharapkan mampu mengimplementasikan nilai-nilai yang diperoleh selama kegiatan dalam kehidupan berorganisasi sehari-hari.
Pelaksanaan OMK XXIX diharapkan menjadi langkah awal dalam membentuk kader LPM Penalaran UNM yang tangguh, bertanggung jawab, loyal, serta menjunjung tinggi integritas dalam menjalankan proses kaderisasi dan pengembangan organisasi.








































