MataKita.co, Jeneponto – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) menghadirkan berbagai program inovatif di Kabupaten Jeneponto melalui tema “Inovasi Pertanian dan Digitalisasi Desa”. Program tersebut dilaksanakan di tiga kecamatan, yakni Tarowang, Kelara, dan Rumbia, yang meliputi Desa Tarowang, Desa Lebang Manai, Desa Samataring, dan Desa Jenetallasa.
Di bawah pendampingan Dosen Pendamping Kegiatan (DPK) Ilham Syarif, S.Pt., M.Si., mahasiswa KKN berkolaborasi dengan pemerintah desa dan masyarakat untuk mengembangkan potensi lokal melalui penerapan teknologi tepat guna, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan sektor pertanian berbasis inovasi.
Berbagai program unggulan dilaksanakan selama pengabdian, di antaranya pemetaan potensi pertanian berdasarkan komoditas unggulan desa, pembangunan kebun percontohan, pelatihan pembuatan pupuk kompos dan pupuk organik cair, hingga pengembangan produk olahan berupa sambal bawang yang diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah hasil pertanian masyarakat.
Tak hanya itu, mahasiswa juga memperkenalkan pemanfaatan teknologi melalui pengukuran bobot ternak menggunakan aplikasi digital, sehingga peternak dapat memperkirakan bobot ternaknya secara cepat dan efisien tanpa harus menggunakan timbangan konvensional.
Program lain yang mendapat perhatian masyarakat adalah budidaya ikan air tawar dalam ember (Budikdamber) sebagai solusi pemanfaatan lahan pekarangan yang sempit untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus menjadi peluang usaha rumah tangga.
DPK KKN Gelombang 116, Ilham Syarif, S.Pt., M.Si., mengatakan bahwa tema yang diangkat merupakan bentuk komitmen Universitas Hasanuddin dalam mendukung pembangunan desa berbasis potensi lokal dan perkembangan teknologi.
“Mahasiswa tidak hanya datang untuk melaksanakan program kerja, tetapi juga membangun kolaborasi dengan masyarakat. Melalui inovasi pertanian dan digitalisasi desa, kami ingin menghadirkan solusi yang sederhana, aplikatif, dan dapat terus dikembangkan oleh masyarakat setelah KKN berakhir,” ujar Ilham.
Menurutnya, setiap program dirancang berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan masyarakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh petani, peternak, kelompok wanita tani, hingga pemerintah desa.
Selain mendukung peningkatan produktivitas pertanian, program digitalisasi desa juga diarahkan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi sebagai sarana pendataan, penyebaran informasi, dan pengembangan potensi desa.
Kehadiran mahasiswa KKN Unhas mendapat sambutan positif dari pemerintah desa dan masyarakat. Mereka berharap berbagai inovasi yang diperkenalkan dapat terus diterapkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Jeneponto.
Melalui semangat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat, KKN Gelombang 116 Universitas Hasanuddin diharapkan menjadi motor penggerak lahirnya desa-desa yang lebih mandiri, inovatif, dan siap menghadapi tantangan pembangunan di era digital.








































