MataKita.co, Parepare – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Perubahan Iklim Gelombang 116 Universitas Hasanuddin memperkenalkan inovasi Rocket Stove sebagai program unggulan dalam Seminar Program Kerja yang digelar di Aula Kantor Kelurahan Lemoe, Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare, Senin (13/7/2026).
Teknologi tepat guna tersebut diharapkan menjadi alternatif pengelolaan sampah organik sekaligus mendukung upaya mitigasi perubahan iklim di tingkat masyarakat.
Seminar menjadi langkah awal pelaksanaan pengabdian mahasiswa sekaligus forum untuk menyampaikan rencana program kerja serta menghimpun masukan dari pemerintah dan masyarakat sebelum program diimplementasikan.
Kegiatan dihadiri Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban (Kasi Tantrib) Kecamatan Bacukiki Sri Putri A., Lurah Lemoe A. Idham Syah, S.T., perangkat kelurahan, ketua RT/RW, kader masyarakat, tokoh masyarakat, serta mahasiswa KKN Tematik Perubahan Iklim Gelombang 116 Universitas Hasanuddin.
Dalam sambutannya, Sri Putri A. mengapresiasi inisiatif mahasiswa yang mengangkat isu lingkungan sebagai fokus pengabdian.
“Melalui seminar program kerja ini, diharapkan terjalin kerja sama yang baik antara mahasiswa KKN Tematik Perubahan Iklim Unhas, pemerintah kelurahan, dan masyarakat,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, mahasiswa memaparkan Rocket Stove sebagai teknologi pembakaran biomassa yang dirancang lebih efisien, hemat bahan bakar, dan menghasilkan emisi asap yang lebih rendah dibandingkan metode pembakaran konvensional. Pemanfaatan teknologi ini diharapkan mampu membantu masyarakat mengelola sampah organik sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Koordinator mahasiswa menjelaskan bahwa gagasan pengembangan Rocket Stove berangkat dari hasil observasi lapangan. Tim menemukan salah satu lingkungan di Kelurahan Lemoe belum memperoleh layanan pengangkutan sampah dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Parepare sehingga masyarakat mengalami kesulitan mengelola sampah rumah tangga.
Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa merancang Rocket Stove sebagai solusi sederhana, murah, dan mudah diterapkan untuk mengurangi penumpukan sampah organik sekaligus mendukung upaya mitigasi perubahan iklim di tingkat lokal.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah kelurahan, dan masyarakat, program ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi atas persoalan pengelolaan sampah, tetapi juga mendorong tumbuhnya budaya peduli lingkungan serta memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi dampak perubahan iklim.








































