Matakita.co, Sidrap – Mahasiswa Praktik Belajar Lapangan (PBL) I Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas) memaparkan hasil analisis situasi kesehatan masyarakat Desa Cipotakari dalam Seminar Akhir yang berlangsung di Kantor Desa Cipotakari, Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten Sidenreng Rappang, Rabu (16/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi penutup rangkaian PBL I sekaligus menjadi pijakan awal penyusunan program intervensi kesehatan pada tahap berikutnya.
Seminar menghadirkan Kepala Desa Cipotakari beserta perangkat desa, Kepala Pustu Desa Cipotakari, kader kesehatan, Kepala SD 5 T Panua, tokoh masyarakat, serta mahasiswa PBL I FKM Unhas. Kegiatan berlangsung di bawah supervisi dosen pembimbing lapangan, Dr. Healthy Hidayanty, S.K.M., M.Kes.
Koordinator Desa PBL I Desa Cipotakari, Rahmawati, menjelaskan bahwa seminar tersebut menjadi forum untuk menyampaikan hasil pengumpulan data dan analisis kondisi kesehatan masyarakat sekaligus memperoleh masukan dari pemerintah desa serta berbagai pemangku kepentingan.
“Selama pelaksanaan PBL I, kami melakukan pengumpulan data primer dan sekunder, menganalisis situasi kesehatan masyarakat, serta menetapkan prioritas masalah kesehatan. Kami berharap hasil ini dapat menjadi gambaran kondisi kesehatan masyarakat Desa Cipotakari sekaligus menjadi dasar penyusunan program intervensi pada tahap PBL berikutnya,” ujar Rahmawati.
Selama kegiatan, mahasiswa menghimpun data primer melalui wawancara kepada masyarakat menggunakan aplikasi KoboCollect, serta mengumpulkan data sekunder dari Pemerintah Desa Cipotakari, Puskesmas Panca Rijang, dan Pustu Desa Cipotakari. Seluruh data kemudian dianalisis untuk memetakan kondisi kesehatan masyarakat dan menentukan prioritas masalah menggunakan metode Pan American Health Organization (PAHO).
Hasil analisis menunjukkan masih terdapat sejumlah persoalan kesehatan yang memerlukan perhatian. Prioritas masalah yang telah ditetapkan akan menjadi dasar penyusunan program intervensi pada tahap PBL selanjutnya. Hasil tersebut kemudian didiskusikan bersama pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, dan tokoh masyarakat untuk memperoleh masukan dalam penyempurnaan rekomendasi.
Salah satu isu yang mengemuka dalam diskusi adalah persoalan pengelolaan sampah. Kepala SD 5 T Panua menilai data yang disajikan mahasiswa berhasil menggambarkan kondisi riil di lapangan, terutama masih banyaknya masyarakat yang membuang sampah sembarangan.
Menurutnya, sampah plastik menjadi persoalan utama di Desa Cipotakari. Ia berharap mahasiswa dapat memberikan edukasi mengenai pengelolaan sampah yang lebih baik sekaligus mendorong inovasi pemanfaatan limbah, sebagaimana praktik pengolahan kardus bekas menjadi bahan baku rak telur yang telah berkembang di desa tersebut.
Kepala Desa Cipotakari, Zainal, S.I.P., mengapresiasi hasil kerja mahasiswa yang dinilai memberikan gambaran komprehensif mengenai kondisi kesehatan masyarakat. Ia mengatakan hasil analisis tersebut dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus referensi dalam penyusunan kebijakan pembangunan kesehatan di tingkat desa.
“Terkait persoalan sampah, pemerintah desa selama ini terus mengusulkan pengadaan mobil sampah, namun belum dapat direalisasikan karena keterbatasan anggaran. Karena itu, kami terus mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. Kami berharap rekomendasi yang disampaikan mahasiswa dapat menjadi masukan bagi pemerintah desa dalam mewujudkan Desa Cipotakari yang lebih sehat,” kata Zainal.
Pada akhir kegiatan, mahasiswa menyerahkan dokumen hasil analisis situasi kesehatan kepada Pemerintah Desa Cipotakari sebagai bentuk kontribusi akademik dalam mendukung perencanaan pembangunan kesehatan berbasis data. Analisis tersebut diharapkan menjadi acuan dalam penyusunan program intervensi pada tahap PBL berikutnya sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya Tujuan 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa FKM Unhas mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat melalui identifikasi masalah kesehatan, analisis berbasis bukti, serta penyusunan rekomendasi yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Desa Cipotakari.







































