Beranda Kampus Mahasiswa KKN-T Unhas Kenalkan Biopori untuk Konservasi Air dan Kelola Sampah Organik...

Mahasiswa KKN-T Unhas Kenalkan Biopori untuk Konservasi Air dan Kelola Sampah Organik di Desa Labbo

0

Matakita.co, Bantaeng– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Pemberdayaan Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) mengenalkan pembuatan lubang biopori sebagai upaya konservasi air sekaligus pengelolaan sampah organik di Desa Labbo, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.

Program kerja bertajuk “Implementasi Biopori sebagai Solusi Pengelolaan Sampah Organik dan Peningkatan Resapan Air dalam Mendukung Adaptasi Perubahan Iklim” tersebut dilaksanakan pada Jumat (31/7/2026).

Kegiatan menyasar sejumlah wilayah di Desa Labbo, yakni Dusun Panjang Utara, Dusun Panjang Selatan, Dusun Pattiro, Dusun Labbo, dan Ganting. Program ini menjadi bagian dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui penerapan teknologi sederhana yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim.

Lubang biopori dipilih karena memiliki sejumlah manfaat, antara lain meningkatkan daya resap air ke dalam tanah, mengurangi potensi genangan saat musim hujan, serta membantu mengolah sampah organik menjadi kompos.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN-T membuat dan memasang empat lubang biopori menggunakan pipa PVC atau paralon yang telah dimodifikasi.

Penempatan lubang biopori dilakukan di sejumlah titik berdasarkan hasil koordinasi dengan Pemerintah Desa Labbo dan kepala dusun setempat. Selain pemasangan, mahasiswa juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai tata cara pembuatan, pemeliharaan, serta pemanfaatan lubang biopori.

Warga juga diperkenalkan pada pemanfaatan sampah organik rumah tangga sebagai bahan pengisi lubang biopori. Sampah tersebut antara lain berupa sisa sayuran, daun kering, dan kulit buah.

Sampah organik yang dimasukkan ke dalam lubang biopori selanjutnya akan mengalami proses penguraian. Hasil penguraian tersebut dapat dimanfaatkan sebagai kompos untuk membantu meningkatkan kesuburan tanah, khususnya pada tanaman di pekarangan rumah.

Penanggung jawab program kerja, Agrichard Patulak, mahasiswa Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik Unhas, mengatakan program tersebut tidak hanya berfokus pada pemasangan lubang biopori, tetapi juga memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya konservasi air dan pengelolaan sampah organik.

“Program pembuatan lubang biopori ini kami laksanakan sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya konservasi air dan pengelolaan sampah organik,” kata Agrichard.

Menurut dia, teknologi biopori diharapkan dapat diterapkan masyarakat secara mandiri dan berkelanjutan.

“Kami berharap masyarakat Desa Labbo dapat menerapkan teknologi sederhana ini secara mandiri dan berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan daya resap air, mengurangi volume sampah organik rumah tangga, serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan lestari,” ujarnya.

Pelaksanaan kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Desa Labbo, para kepala dusun, serta masyarakat di wilayah lokasi kegiatan.

Program tersebut juga mendapat arahan dan pendampingan dari Dosen Pembimbing Kegiatan (DPK) Dr. Suci Rahmadi Artika, S.Kel. Pendampingan diberikan untuk memastikan setiap tahapan kegiatan berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Melalui program ini, mahasiswa KKN-T Unhas berharap penggunaan lubang biopori dapat terus dikembangkan di Desa Labbo sebagai salah satu solusi sederhana dalam meningkatkan konservasi air, mengurangi sampah organik rumah tangga, sekaligus membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya lingkungan yang berkelanjutan. (**)

Facebook Comments Box