Beranda Kampus Mahasiswa KKN Tematik Unhas Paparkan Hasil Pengabdian, Perkuat Keamanan Pangan dan Adaptasi...

Mahasiswa KKN Tematik Unhas Paparkan Hasil Pengabdian, Perkuat Keamanan Pangan dan Adaptasi Perubahan Iklim di Desa Labbo

0

Matakita.co, Bantaeng- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 116 Desa Labbo, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, memaparkan hasil program pengabdian kepada masyarakat melalui seminar hasil, Selasa (11/8/2026).

Seminar yang digelar di Aula Kantor Desa Labbo tersebut menjadi ajang bagi mahasiswa untuk menyampaikan capaian program KKN Tematik yang berfokus pada dua isu, yakni keamanan pangan dan adaptasi perubahan iklim.

Kegiatan dihadiri Dosen Pendamping KKN Tematik Unhas Putri Fatimah Nurdin, Kepala Desa Labbo beserta perangkat desa, masyarakat, serta perwakilan Bhabinkamtibmas.

Program KKN Tematik di Desa Labbo dilaksanakan dengan melibatkan sejumlah mitra. Program keamanan pangan bermitra dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI), sedangkan program perubahan iklim didukung Kementerian Lingkungan Hidup dan Hanns Seidel Foundation (HSF).

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat melalui program yang disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi Desa Labbo.

Dampingi pelaku usaha urus legalitas pangan

Dalam program keamanan pangan, mahasiswa memberikan pendampingan kepada pelaku usaha dalam pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Sertifikat Pemenuhan Komitmen Produksi Pangan Olahan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT).

Mahasiswa juga memberikan fasilitasi mengenai penerapan lingkungan usaha yang memenuhi prinsip keamanan pangan serta standar higiene dan sanitasi.

Selain pendampingan kepada pelaku usaha, mahasiswa membentuk kader keamanan pangan di lingkungan keluarga, sekolah, dan ritel.

Kader tersebut diharapkan dapat menjadi penggerak edukasi sekaligus membantu memastikan praktik keamanan pangan tetap diterapkan setelah masa KKN berakhir.

Dorong masyarakat adaptif terhadap perubahan iklim

Sementara itu, melalui program KKN Tematik Perubahan Iklim, mahasiswa menggelar sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan dan peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi dampak perubahan iklim.

Kegiatan tersebut meliputi pengolahan limbah rumah tangga menjadi pupuk organik, pemilahan dan pengelolaan sampah, edukasi pembuatan ecobrick, pemetaan risiko kekeringan, pembuatan lubang biopori, serta pemanfaatan pestisida nabati.

Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus keterampilan masyarakat dalam menjaga lingkungan dan mengantisipasi berbagai risiko yang muncul akibat perubahan iklim.

Perwakilan masyarakat Desa Labbo mengapresiasi program yang telah dijalankan mahasiswa selama masa pengabdian.

“Kami sangat berterima kasih atas kerja keras adik-adik selama masa pengabdian. Dampaknya sangat terasa di lingkungan masyarakat, baik dari sisi keamanan pangan maupun perubahan iklim,” ujarnya.

Ia berharap kader keamanan pangan dan kader pemilahan sampah yang telah dibentuk dapat melanjutkan program tersebut secara mandiri.

“Kami berharap kader keamanan pangan yang sudah dibentuk dan kader pemilahan sampah dari para pemuda Desa Labbo dapat terus melanjutkan program yang sudah adik-adik mulai,” katanya.

Pemerintah desa apresiasi program mahasiswa

Apresiasi juga disampaikan Sekretaris Desa Labbo yang mewakili pemerintah desa. Ia mengucapkan terima kasih atas kehadiran mahasiswa selama kurang lebih satu setengah bulan dan keterlibatan mereka dalam berbagai kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Terima kasih kepada adik-adik mahasiswa yang sudah menemani kami selama kurang lebih satu setengah bulan di Desa Labbo, terutama di kalangan ibu-ibu yang sering melihat langsung upaya adik-adik,” ujarnya.

Menurut dia, sejumlah program mahasiswa dinilai memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk sosialisasi pemanfaatan pangan lokal untuk mendukung ketahanan pangan desa.

Pemerintah desa juga mengapresiasi edukasi mengenai antisipasi kekeringan yang dilengkapi dengan peta risiko.

“Terima kasih juga sudah mengadakan sosialisasi pemanfaatan pangan lokal untuk mendukung ketahanan pangan Desa Labbo serta memberikan edukasi mengenai antisipasi kekeringan melalui peta yang sudah diberikan, sehingga kami bisa lebih waspada dan mempersiapkan langkah ke depannya,” katanya.

Seminar hasil tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen antara mahasiswa, pemerintah desa, kader, masyarakat, dan mitra program agar berbagai inisiatif yang telah dirintis dapat terus berjalan.

Mahasiswa KKN Tematik Unhas Gelombang 116 berharap program yang telah dilaksanakan tidak berhenti setelah masa pengabdian selesai. Program tersebut diharapkan dapat dikembangkan menjadi kegiatan berkelanjutan yang memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Labbo.

Melalui sinergi Unhas, BPOM RI, Kementerian Lingkungan Hidup, dan HSF, program pengabdian tersebut diharapkan tidak hanya meninggalkan rangkaian kegiatan, tetapi juga pengetahuan, keterampilan, serta kader masyarakat yang mampu menjadi penggerak keberlanjutan keamanan pangan dan ketahanan masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim. (**)

Facebook Comments Box