Beranda Kampus Mahasiswa KKN Unhas Dampingi Pelaku Usaha Pangan di Desa Labbo Urus NIB

Mahasiswa KKN Unhas Dampingi Pelaku Usaha Pangan di Desa Labbo Urus NIB

0

Matakita.co, Bantaeng- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 116 di Desa Labbo, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, mendampingi pelaku usaha pangan siap saji untuk meningkatkan legalitas usaha, tertib administrasi, dan penerapan keamanan pangan.

Kegiatan yang berlangsung pada 5-11 Agustus 2026 tersebut merupakan salah satu program kerja individu mahasiswa KKN-T Unhas yang diinisiasi Putresya Tandililing.

Pendampingan dilakukan untuk membantu pelaku usaha memahami pentingnya legalitas usaha sekaligus mempermudah proses pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui sistem Online Single Submission (OSS).

Program tersebut merupakan bagian dari KKN Tematik Keamanan Pangan yang dilaksanakan dengan dukungan dan pendampingan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia.

Salah satu fokus utama kegiatan ialah mendampingi pelaku usaha dalam proses pengurusan NIB. Mahasiswa membantu pelaku usaha menyiapkan data yang diperlukan hingga menyelesaikan tahapan pengajuan melalui sistem OSS.

Dari pendampingan tersebut, dua NIB berhasil diterbitkan bagi pelaku usaha pangan siap saji di Desa Labbo.

Salah satu pelaku usaha yang memperoleh pendampingan adalah Sri Wahyuni. Ia mengaku terbantu karena sebelumnya belum memahami secara rinci tahapan pengurusan NIB.

“Saya sangat terbantu dengan adanya pendampingan dari mahasiswa KKN dalam pembuatan NIB. Sebelumnya saya belum terlalu memahami prosesnya, tetapi setelah didampingi saya jadi lebih mengerti dan akhirnya NIB usaha saya bisa terbit,” ujar Sri Wahyuni.

Selain membantu pengurusan legalitas, mahasiswa juga memberikan pendampingan terkait pencatatan produksi dan pembukuan keuangan sederhana.

Pelaku usaha diberikan formulir pencatatan produksi untuk mendokumentasikan aktivitas produksi secara lebih teratur. Pencatatan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha memantau kegiatan produksi sekaligus perkembangan usaha.

Mahasiswa juga memperkenalkan pembukuan sederhana untuk membantu pelaku usaha mencatat pemasukan dan pengeluaran secara lebih tertib.

Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam mengelola administrasi dan keuangan sehingga keputusan pengembangan usaha dapat dilakukan berdasarkan pencatatan yang lebih jelas.

Pendampingan tidak hanya berfokus pada aspek legalitas dan administrasi. Mahasiswa juga mendorong penerapan keamanan pangan dalam kegiatan produksi dan penyajian makanan.

Pelaku usaha mendapatkan fasilitas keamanan pangan yang dapat menunjang penerapan praktik pengolahan pangan secara lebih aman dan higienis.

Melalui kegiatan tersebut, pelaku usaha didorong untuk lebih memperhatikan kebersihan lingkungan usaha, higiene personal, serta keamanan selama proses pengolahan dan penyajian pangan.

Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran pelaku usaha bahwa legalitas dan tertib administrasi perlu berjalan beriringan dengan pemenuhan aspek keamanan pangan.

Pendampingan pelaku usaha pangan siap saji di Desa Labbo diharapkan memberikan manfaat berkelanjutan meski program KKN telah berakhir.

Dengan kepemilikan NIB, pencatatan produksi, pembukuan keuangan, serta fasilitas pendukung keamanan pangan, pelaku usaha diharapkan dapat menjalankan dan mengembangkan usahanya secara lebih legal, tertib, dan aman.

Program tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN-T Unhas dalam mendukung penguatan kapasitas pelaku usaha pangan di tingkat desa.

Melalui pendampingan tersebut, mahasiswa tidak hanya membantu menyelesaikan kebutuhan administratif pelaku usaha, tetapi juga mendorong tumbuhnya kesadaran mengenai pentingnya legalitas, tata kelola usaha, dan keamanan pangan bagi keberlangsungan usaha serta perlindungan konsumen. (**)

Facebook Comments Box