Matakita.co, Makassar — Dosen dan mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) memaparkan sejumlah hasil penelitian di bidang kimia medisinal, pengembangan kandidat obat, dan pemanfaatan bahan alam dalam forum internasional 3rd Core-to-Core International Biosymposium di University of San Carlos, Cebu City, Filipina, 12–13 Oktober 2026.
Forum yang mengusung tema “Advancing Health, Agriculture, and Global Sustainability through Tropical Bioresources” tersebut mempertemukan peneliti, akademisi, praktisi, dan pakar industri dari Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Vietnam, dan Filipina.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi Hiroshima Research Centre for Healthy Aging (HiHA), Japan Society for the Promotion of Science (JSPS), Hiroshima University, Fakultas Farmasi Unhas, Universitas Negeri Makassar (UNM), dan University of San Carlos sebagai tuan rumah.
Dalam forum tersebut, tim Chemical Biology and Medicinal Chemistry Research Group Unhas mempresentasikan hasil penelitian terkait penemuan senyawa bioaktif, pengembangan kandidat antimikroba, analisis bahan alam, serta pemanfaatan teknologi komputasi dalam penemuan obat.
Dua guru besar Fakultas Farmasi Unhas hadir sebagai pembicara undangan (invited speaker). Keduanya adalah Prof. Muhammad Aswad dan Prof. Herlina Rante.
Muhammad Aswad, yang juga memimpin kelompok riset tersebut, memaparkan penelitian bertajuk “Combating Superbugs with Antibiotic-Resistance Breakers: In Silico and In Vitro Approaches.”
Penelitian itu membahas pendekatan komputasi dan pengujian laboratorium dalam pengembangan strategi mengatasi bakteri yang resistan terhadap antibiotik.
Sementara itu, Herlina Rante mempresentasikan penelitian “Bioprospecting of Actinomycetes from the Indonesian Karst Ecosystem for Antibacterial Activity and Bioactive Metabolite Production.”
Penelitian tersebut mengeksplorasi potensi mikroorganisme dari ekosistem karst Indonesia sebagai sumber senyawa bioaktif yang memiliki aktivitas antibakteri.
Selain kedua guru besar tersebut, empat peneliti dan mahasiswa doktoral Unhas turut menyampaikan hasil penelitian melalui presentasi oral.
Dosen Fakultas Farmasi Unhas, Andi Affandi, M.Sc., memaparkan penelitian mengenai ekstraksi dan analisis spektrofotometri albumin dari ikan gabus (Channa striata).
Peneliti Unhas, Muh. Arfandy Gunawan, M.Si., mempresentasikan kajian potensi antikanker tanaman Kleinhovia hospita L. asal Sulawesi Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan LC-HRMS, network pharmacology, molecular docking, dan simulasi dinamika molekuler.
Dua mahasiswa program doktor Fakultas Farmasi Unhas juga mengambil bagian dalam forum tersebut.
Arifuddin Yunus memaparkan pengembangan turunan piperin sebagai kandidat agen antibiofilm terhadap bakteri Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA), salah satu bakteri yang memiliki resistansi terhadap sejumlah antibiotik.
Adapun Sugiatry Sultan mempresentasikan penelitian berbasis komputasi mengenai potensi senyawa organosulfur dalam menghambat mekanisme quorum sensing pada bakteri Pseudomonas aeruginosa.
Mekanisme tersebut berkaitan dengan komunikasi antarsel bakteri yang berperan dalam pengaturan sejumlah aktivitas biologis, termasuk pembentukan biofilm.
Keikutsertaan tim Unhas dalam simposium ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan hasil penelitian kepada komunitas ilmiah internasional sekaligus membuka peluang kerja sama riset lintas negara.
Melalui forum tersebut, Unhas juga memperluas jejaring akademik dalam pengembangan penelitian berbasis keanekaragaman hayati tropis, khususnya untuk mendukung inovasi di bidang kesehatan dan penemuan kandidat obat.
Partisipasi dosen dan mahasiswa doktoral ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat kontribusi Unhas dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kolaborasi penelitian di tingkat global.








































