Matakita.co, Morowali Utara – Bupati Morowali Utara, Delis Julkarson Hehi, mengajak generasi muda menjauhi penyalahgunaan narkoba, membangun karakter, dan berani memperjuangkan cita-cita. Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Remaja Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) di Desa Ronta, Kecamatan Lembo, Senin (12/10/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Sulawesi Tengah, Febriyanthi Hongkiriwang, yang memberikan pembekalan mengenai nilai-nilai kebangsaan kepada para remaja.
Dalam arahannya, Delis menekankan pentingnya kesadaran generasi muda terhadap nilai dan potensi diri. Menurut dia, setiap remaja memiliki masa depan yang berharga sehingga perlu menjaga diri dari berbagai pengaruh negatif, terutama narkoba.
Ia mengingatkan bahwa penyalahgunaan narkoba tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga dapat merusak masa depan dan menghambat kesempatan generasi muda meraih cita-cita.
Karena itu, Delis meminta para remaja lebih selektif dalam memilih lingkungan pergaulan serta mengembangkan kebiasaan positif yang mendukung pendidikan dan pengembangan diri.
Selain menjauhi narkoba, Delis mendorong generasi muda memiliki impian yang jelas dan keberanian untuk mewujudkannya. Menurut dia, keberhasilan membutuhkan kerja keras, kedisiplinan, dan kesediaan menghadapi berbagai tantangan.
“Tidak ada yang tidak mungkin. Kalau kita punya impian, kita harus berani melangkah dan berani berkorban. Karena setiap pencapaian pasti ada harga yang harus dibayar,” ujar Delis.
Ia juga mengingatkan pentingnya menghormati orangtua, menjaga pergaulan, serta menjadikan nilai-nilai keagamaan sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, anggota DPD RI Febriyanthi Hongkiriwang memberikan pembekalan mengenai Empat Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.
Febriyanthi menekankan bahwa pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan penting untuk membentuk karakter generasi muda yang memiliki rasa tanggung jawab, menghargai perbedaan, dan menjaga persatuan.
Menurut dia, keberagaman suku, agama, budaya, dan latar belakang masyarakat Indonesia harus dipandang sebagai kekuatan bangsa, bukan sumber perpecahan.
Ia juga mengaitkan penguatan karakter kebangsaan dengan upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba. Generasi muda yang memiliki prinsip hidup, tanggung jawab, dan lingkungan pergaulan sehat dinilai lebih mampu menghadapi pengaruh negatif.
Perayaan HUT Remaja GKST di Desa Ronta menjadi ruang pembinaan karakter sekaligus penguatan nilai keagamaan dan kebangsaan. Melalui kegiatan tersebut, para remaja diharapkan semakin menyadari pentingnya menjaga diri, menjauhi narkoba, serta mempersiapkan masa depan melalui pendidikan, kerja keras, dan pilihan hidup yang positif.








































